Ini merupakan kali kedua Indonesia melaporkan kasus COVID-19 harian di atas 3 ribu. Pada Jumat (28/8) kemarin, Satgas COVID-19 melaporkan 3.003 kasus positif.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 29 Agustus 2020 - 16:51 WIB
WowKeren - Indonesia kembali mencatat rekor kasus positif COVID-19 harian pada Sabtu (29/8) hari ini. Satuan Tugas Penanganan COVID- 19 melaporkan 3.308 pasien positif dalam waktu 24 jam terakhir.
Dengan demikian, jumlah kasus COVID-19 di Indonesia kini telah mencapai 169.195 pasien. Sementara itu, jumlah kasus suspek COVID-19 kini mencapai 76.252 orang.
Ini merupakan kali kedua Indonesia melaporkan kasus COVID-19 harian di atas 3 ribu. Pada Jumat (28/8) kemarin, Satgas COVID-19 melaporkan 3.003 kasus positif.
Sementara itu, jumlah pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh bertambah sebanyak 1.902 orang pada hari ini. Dengan demikian, total pasien sembuh kini telah mencapai 122.802 orang atau 72,6 persen dari jumlah keseluruhan.
Kasus kematian akibat COVID- 19 pun bertambah sebanyak 92 orang pada hari ini. Dengan demikian, total sudah ada 7.261 korban jiwa pandemi corona atau 4,3 persen dari jumlah pasien keseluruhan.
Sebanyak 3.308 kasus positif COVID-19 yang dilaporkan pada hari ini berasal dari 30 provinsi. Hanya empat provinsi yang tidak melaporkan kasus COVID-19 baru pada hari ini, yaitu Bangka Belitung, Jambi, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur.
DKI Jakarta kembali menjadi provinsi penyumbang pasien positif COVID-19 tertinggi pada hari ini, yaitu 861 kasus baru. Meski demikian, DKI juga melaporkan 599 pasien sembuh pada hari ini.
Di bawah DKI, ada Jawa Timur yang melaporkan 641 kasus COVID-19 pada hari ini. Setelah itu ada Jawa Barat dengan 287 kasus, Kalimantan Timur yang melaporkan 200 kasus, dan Jawa Tengah dengan 180 kasus.
Berdasarkan laporan Satgas COVID-19, Indonesia telah memeriksa sebanyak 1.271.301 orang, baik melalui tes PCR maupun TCM. Positivity rate alias persentase kasus positif COVID-19 dibandingkan jumlah orang yang dites di Indonesia kini mencapai 13,3 persen. Angka tersebut masih belum masuk standar aman yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu sebesar lima persen.
(wk/Bert)