Jakarta Pecah Rekor 1.114 Kasus Positif Corona, Dinkes Ungkap 'Hal Istimewa' Ini Penyebabnya
Nasional

DKI Jakarta memecahkan rekor dengan mencatatkan 1.114 kasus positif COVID-19 hanya dalam rentang waktu 24 jam. Dinas Kesehatan Ibu Kota pun mengaitkannya dengan long weekend.

WowKeren - DKI Jakarta kembali mencatatkan lonjakan luar biasa dari segi jumlah kasus positif COVID-19. Tercatat ada 1.114 kasus positif yang dilaporkan pada Minggu (30/8), sekaligus menyebabkan Ibu Kota memecahkan rekor nasional yang sebelumnya dipegang oleh Jawa Barat ketika klaster Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) Kota Bandung terungkap.

Tambahan kasus ini pun tentu menjadi sorotan tersendiri bagi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI, Dwi Oktavia, lantas membeberkan penyebab timbulnya lonjakan kasus tersebut.

Menurut Dwi, lonjakan kasus ini kemungkinan besar terjadi saat libur panjang akhir pekan alias long weekend pada rentang waktu 16-22 Agustus 2020. Kesimpulan ini dibuat karena 70 persen kasus positif yang dikonfirmasi hari Minggu kemarin diambil spesimennya pada Senin (24/8) atau Selasa (25/8).

Masa inkubasi, alias lama waktu yang diperlukan sampai virus menimbulkan gejala klinis, virus SARS-CoV-2 umumnya 6 hari. Bila dihitung mundur dengan asumsi pasien melakukan pemeriksaan PCR 1-2 hari setelah gejala muncul, maka periode penularan tertinggi terjadi pada Minggu (16/8) dan Senin (17/8).


"Angka pengambilan spesimen pada 27 Agustus juga cukup tinggi," beber Dwi, Minggu (30/8) sore. "Perlu dipertimbangkan efek long weekend 2 minggu berturut-turut. Perlu adanya kewaspadaan dan usaha bersama, baik oleh pemerintah maupun masyarakat dalam melihat tren kenaikan kasus ini."

Dari 1.114 kasus positif itu, sebanyak 385 adalah akumulasi data 7 hari sebelumnya yang baru dilaporkan. Sedangkan sekitar 630 kasus baru adalah hasil tracing Puskesmas yang melakukan pemeriksaan kepada kontak erat pasien positif.

Sebab saat ini tracing ratio di DKI Jakarta saat ini adalah 6. Dengan demikian dari 1 kasus positif, rata-rata 6 orang kontak erat akan diperiksa dengan PCR.

Kendati demikian, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito tak memberikan respons serupa soal temuan Dinkes DKI itu. Sebagai gantinya, Wiku justru lebih menyoroti pola perilaku masyarakat Indonesia yang menurutnya belum sepenuhnya mematuhi protokol kesehatan.

"Saya tidak tahu, data tidak bisa dianalisis sampai seperti itu," kata Wiku, dilansir dari Detik News, Senin (31/8). "Yang jelas, memang kasusnya meningkat. Tapi, soal apakah ada hubungannya dengan libur panjang atau tidak, itu tidak bisa disimpulkan sampai ke situ."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait