Edo Kondologit menuntut keadilan bagi sang adik ipar yang meninggal dunia di tahanan. Adik ipar Edo disebut terlibat dalam kasus pembunuhan, pemerkosaan, dan perampokan
- Neressa Prahastiwi
- Senin, 31 Agustus 2020 - 12:25 WIB
WowKeren - Edo Kondologit terlihat sangat marah dalam video yang dibagikan Veronica Koman. Video yang telah dilihat 1 juta kali tersebut memperlihatkan Edo menuntut keadilan atas meninggalnya sang adik ipar, Riko. Ia dan keluarga juga meminta divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri untuk mengusut kematian Riko.
"Cukup sudah permainan sandiwara di negeri ini. Saya sudah sakit hati sekali ini dengan perlakuan ketidakadilan di negeri ini sekarang. Kita menuntut keadilan," ujar Edo dengan nada tinggi. "Keluarga akan proses ini. Kita akan menuntut ke Propam supaya mengusut Polda, Polsek, semua. Riko ini adalah korban daripada sistem yang ambruk."
Edo juga menyayangkan sikap polisi yang dinilai main hakim sendiri. Selain itu, Edo juga membantah rumor yang menyebut sang adik ipar ditangkap. Kader PDIP ini menjelaskan bahwa mama mertuanya sendiri yang menyerahkan Riko ke polisi.
"Kita serahkan anak kita untuk diproses hukum dengan baik. Belum sampai 24 jam sudah mati. Asas praduga tak bersalah. Seseorang hanya dinyatakan bersalah atas keputusan pengadilan, bukan polisi yang menentukan," tegas Edo. "Dan harus dicatat ya, bukan polisi yang tangkap, keluarga sendiri yang serahkan karena percaya sama polisi. Mamanya sendiri yang menyerahkan. Itu mama mertua saya punya mama. Karena dia anak kecil."
Menanggapi video yang terlanjur beredar di media sosial tersebut, Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto membantah apabila adik ipar Edo dengan inisial YKR meninggal karena dianiaya petugas. Sebaliknya, YKR disebut meninggal karena dianiaya tahanan lain. Ary juga mengungkap kasus yang membuat YKR harus diproses secara hukum.
"Meninggal dianiaya oleh tahanan lain. Meninggalnya di rumah sakit," ungkap Ary, mengutip dari Kumparan. "(Kasus)Pembunuhan, pemerkosaan, dan perampokan."
Veronica yang dikenal sebagai aktivis Papua balik membantah pernyataan polisi. "Kepolisian bilang ade Riko meninggal dianiaya oleh tahanan lain. Omong kosong, kok ada luka tembak. Makanya kaka Edo bilang 'hentikan sandiwara ini!' Di media juga polisi bilang berhasil menangkap, omong kosong juga. Keluarga yang menyerahkan ke polisi," komentar Veronica.
(wk/nere)