Demi mencegah penularan COVID-19 saat dilakukan sensus penduduk tahun 2020 tatap muka yang dimulai hari ini (1/9), Mendagri Tito Karnavian pun memberikan pesan berikut ini.
- Nidya Putri
- Selasa, 01 September 2020 - 10:43 WIB
WowKeren - Sensus penduduk tahun 2020 secara online telah berakhir pada 29 Mei lalu. Kini, tahap pendataan lapangan atau tatap muka sensus penduduk akan dilaksanakan selama bulan September 2020.
Proses sensus penduduk tatap muka ini akan dilakukan dalam dua tahap, pertama dilakukan secara online pada periode 15 Februari-29 Mei. Kedua, secara langsung dari 1-31 September tahun ini.
Terkait hal ini, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berharap agar sensus penduduk dapat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Dirinya tidak ingin pelaksanaan sensus penduduk menjadi klaster baru dalam penyebaran virus Corona.
"Kita paham bahwa sensus penduduk kali ini dilaksanakan pada situasi luar biasa, situasi pandemi, untuk itu protokol kesehatan, prinsip 3 M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) diterapkan sehingga tidak terjadi klaster penularan baik petugas dengan masyarakat," kata Tito dalam acara kick of Sensus Penduduk 2020 secara virtual, Senin (31/8).
Agar tidak terjadi penyebaran, Tito meminta setiap petugas Sensus Penduduk 2020 harus mengantisipasi hal-hal kecil yang bisa menularkan virus Corona, seperti pemakaian bolpoin, kertas, dan lainnya. Ia juga meminta kepada para petugas untuk sering mencuci tangan dan mengimbau kepada masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan.
Sensus penduduk sendiri dilakukan untuk menghasilkan satu data tunggal penduduk Indonesia, yang kelak akan menjadi dasar perencanaan pembangunan di berbagai bidang. Adapun 2 tujuan utama dilakukannya sensus penduduk adalah menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia.
Lalu yang kedua adalah untuk menyediakan parameter demografi (fertilitas, mortalitas, dan migrasi) serta karakteristik penduduk lainnya untuk keperluan proyeksi penduduk dan berbagai indikator tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Tito berharap agar pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 dapat melengkapi data Dukcapil yang sudah mencakup 99% penduduk Indonesia. Data ini nantinya akan berguna dalam perencanaan pebangunan hingga pelaksanaan program pemerintah dalam hal ini bantuan sosial (bansos).
"99% data kependudukan sudah di Dukcapil, masih ada 1% yang belum masuk dalam database," pungkasnya. "Sensus penduduk melakukan update karena 99% data dukcapil menjadi basis data sekaligus melengkapi 1%, kita harapkan SP 2020 dapat mengcover 100% penduduk Indonesia."
(wk/nidy)