Kematian Corona di RI Tinggi, Ketua Satgas Doni Monardo Ubah Strategi Jadi Seperti Ini
Nasional

Kepala Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengungkapkan selama ini pihaknya berfokus dalam penanganan kesehatan di masa pandemi corona ini.

WowKeren - Kasus kematian akibat virus corona (COVID-19) terus meningkat dan tergolong tinggi. Hingga Kamis (3/9) hari ini, 7.750 pasien COVID- 19 dilaporkan meninggal dunia. Angka tersebut mencapai 4,2 persen dari jumlah pasien keseluruhan.

Dengan tingginya kasus kematian corona di Indonesia, Kepala Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo pun mulai mengubah strateginya. Doni mengungkapkan selama ini pihaknya berfokus dalam penanganan kesehatan, oleh sebab itu kini fokusnya akan digeser pada perubahan perilaku masyarakat.

"Sehingga ke depan strategi kita enggak boleh lagi berpacu pada masalah penanganan kesehatan. Kita harus gerak di hulu yaitu perubahan perilaku," ungkap Doni dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI pada hari ini. "Apabila ini bisa dilakukan dengan baik, Insya Allah masyarakat akan semakin patuh dan risiko terpapar bisa semakin kecil."

Hal ini diharapkan juga dapat mengurangi beban tenaga kesehatan. "Sehingga beban rumah sakit enggak terlalu berat dan memberikan ruang ke dokter untuk relaksasi, sehingga enggak kelelahan, enggak kehabisan waktu sehingga dapat melindungi dokter dengan lebih baik lagi," jelas Doni.

Adapun strategi pertama yang akan dilakukan Satgas COVID-19 adalah adalah memberikan perlindungan terhadap kelompok rentan, termasuk tenaga kesehatan. Satgas COVID-19 akan menggunakan dana siap pakai sebesar Rp 83 miliar untuk vitamin dan gizi tenaga kesehatan.


"Kemudian yang kedua adalah menekan kasus, baik kasus terkonfirmasi positif, mengurangi angka kematian, dan meningkatkan angka kesembuhan," ungkap Doni. Kemudian strategi ketiga adalah meningkatkan testing, tracing, dan treatment.

Doni yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini mengungkapkan bahwa pemerintah telah menargetkan 30 ribu tes corona per hari. Namun sayangnya hanya ada empat provinsi yang telah memenuhi standar testing WHO, sehingga target tersebut seringkali tak tercapai.

"Kemampuan testing yang baru memenuhi standar WHO baru 4 provinsi yaitu DKI, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, dan Yogyakarta. Sementara provinsi lain masih belum walau kami sudah berusaha untuk menyalurkan bersama Kemenkes mesin PCR, tapi ternyata enggak mudah untuk dapat melakukan pemeriksaan spesimen," ujar Doni. "Karena banyak petugas laboratorium yang akhirnya terpapar COVID sehingga laboratorium ditutup."

Kemudian strategi lainnya adalah meningkatkan sosialisasi dengan melibatkan banyak pihak sehingga lebih banyak masyarakat mendapatkan informasi mengenai COVID-19 dan protokol kesehatan. Di antaranya adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, BKKN, Karang Taruna, hingga PKK.

Yang terakhir adalah upaya mitigasi dengan melibatkan pakar sosiologi, antropologi, dan psikologi. Hal ini dilakukan demi menangkal rasa tak percaya sejumlah masyarakat akan virus corona.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait