IDI menyoroti sifat vaksin yang memberikan kekebalan untuk virus Corona dalam jangka waktu pendek, yakni antara 6 bulan sampai 2 tahun saja. Vaksin ini sendiri diklaim siap diberikan akhir 2020.
- Elvariza Opita
- Jumat, 04 September 2020 - 10:45 WIB
WowKeren - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terus memberikan berbagai masukan untuk mengatasi wabah virus Corona di Indonesia. Salah satunya perihal penyuntikan vaksin yang diimbau dilakukan secara serempak. Mengapa demikian?
Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Daeng M Faqih, mengaitkan imbauannya ini dengan sifat vaksin COVID-19 yang sedang dikembangkan. Sebab vaksin itu hanya memiliki jangka waktu 6 bulan sampai 2 tahun untuk melindungi tubuh.
"Vaksin ini kekuatan untuk melindungi dari segi imunitasnya itu terbatas waktu," jelas Daeng dalam webinar pada Kamis (3/9) kemarin. "Kami mengambil angka yang paling kecil yaitu 6 bulan untuk melindungi, sehingga vaksinasi ini harus dilaksanakan serempak kalau bisa 6 bulan selesai."
Lebih lanjut, Daeng mengungkap ada 1,5 juta tenaga medis yang akan diterjunkan untuk melakukan vaksinasi COVID-19, baik dari kalangan dokter maupun perawat. Selain itu IDI juga mengimbau ada koordinasi sinergis antara pemerintah dengan organisasi profesi medis seperti IDI, PPNI, dan organisasi bidan yang sudah biasa terjun ke lapangan untuk memberikan vaksinasi.
"Dalam pelaksanaan vaksinasi, kami sudah berdiskusi bahwa organisasi profesi seperti IDI, PPNI, Ikatan Bidan, yang biasa melakukan kegiatan vaksinasi," tutur Daeng, dilansir dari CNN Indonesia, Jumat (4/9). "Kami akan konsolidasi membantu Satgas untuk menyuntikkan vaksin di lapangan."
Namun sebelum terjun untuk memvaksinasi masyarakat, ke-1,5 juta tenaga medis yang tersebar di berbagai lokasi dan jabatan ini akan terlebih dahulu divaksin. Hal ini seperti disampaikan oleh Ketua Pelaksana Program Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir.
"Hari ini kami hari ini kami konsultasi bersama IDI dan PPNI, kami komunikasikan jumlah untuk dokter, perawat, bidan termasuk juga dokter perawat yang ada di TNI Polri itu 1,5 juta jumlahnya," kata Erick yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu. "Dan ini yang harus dapat vaksin duluan karena beliau ini yang terdepan."
Di sisi lain, pemerintah mengklaim telah mengamankan hingga ratusan juta dosis vaksin COVID-19, hasil kerja sama dengan Tiongkok dan Uni Emirat Arab, hingga akhir 2021. Sekitar 30 juta dosis di antaranya siap diberikan pada akhir 2020, menyesuaikan dengan hasil uji klinis fase III vaksin Corona Sinovac di Kota Bandung.
(wk/elva)