Korsel Laporkan RI 'Ngutang' Rp 6 Triliun Dalam Program Jet Tempur
Pixabay/Ilustrasi
Nasional

Korea Selatan melaporkan jika Indonesia gagal membayar sekitar 500 miliar won atau Rp 6,2 triliun yang seharusnya dibayar pada akhir Agustus lalu pada proyek jet tempur bersama Negeri Ginseng tersebut.

WowKeren - Indonesia dilaporkan menunggak ratusan juta dolar untuk iuran proyek pengembangan bersama jet tempur di Korea Selatan. Dilansir media Korea Selatan Yonhap, Indonesia awalnya setuju untuk mendanai sebagian biaya pengembangan sebagai mitra.

Seperti yang diketahui, proyek ini merupakan jalinan kerja sama antara Korsel dan RI. Indonesia bergabung dengan proyek KF-X dalam upaya pengadaan pesawat untuk angkatan udaranya dan untuk memajukan industri kedirgantaraan, dan setuju untuk menanggung 20 persen dari biaya pengembangan proyek total sebesar 8,8 triliun won (USD 7,3 miliar) atau sekitar Rp 107 triliun.

Sehingga Indonesia harus membayar sekitar 1,7 triliun won atau sekitar Rp 21 triliun. Namun, Indonesia gagal membayar sekitar 500 miliar won atau Rp 6,2 triliun yang seharusnya dibayar pada akhir Agustus.

Meski begitu, pejabat Korsel memahami permasalahan itu, dan menyebutkan bahwa Indonesia sudah membayar sebesar 227,2 miliar won atau sekitar Rp 2,8 triliun. Dalam kesepakatan yang telah dilakukan sejak 2011 lalu, Indonesia harus menyetorkan pembiayaan proyek itu setiap tahun hingga 2026.


Terlepas dari masalah keuangan tersebut, proyek KF-X telah berjalan tanpa hambatan. “Sedikit kemajuan telah dicapai dalam hal kerja sama dengan Indonesia terkait proyek KF-X,” kata seorang pejabat.

Sementara itu, pada pertemuan Menteri Pertahanan Korsel Jeong Kyeong-doo dan Menhan RI Prabowo Subianto pada Desember lalu disepakati untuk memajukan proyek, dan menyebut kerja sama itu sebagai 'simbol hubungan kepercayaan yang kuat'.

Aerospace Industries (KAI) sendiri telah me-launching prototipe pertama dari jet tempur KF-X/IF-X generasi berikutnya, proyek itu merupakan jet tempur proyek patungan antara Korea Selatan dengan Indonesia. Awal pekan ini, Korea Selatan memulai perakitan terakhir prototipe jet pertama setelah konfirmasi akhir desain tahun lalu.

Menurut Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA), prototipe tersebut diharapkan akan diluncurkan pada paruh pertama 2021, Korea Selatan bertujuan untuk menyelesaikan pembangunan sekitar tahun 2026.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts