Sudah Tembus 200 Ribu Kasus, Satgas COVID-19 Ternyata Lebih Fokus Atasi Masalah Ini
Nasional

Sudah lebih dari 200 ribu orang dikonfirmasi positif COVID-19 sampai Selasa (8/9) kemarin. Namun ternyata Satgas COVID-19 saat ini sedang fokus pada hal lain.

WowKeren - Hingga Selasa (8/9) kemarin, Indonesia sudah mencatatkan lebih dari 200 ribu kasus positif COVID-19. Melansir data yang setiap hari diperbarui di situs covid19.go.id, pertambahan kasus positif setiap harinya hampir selalu konsisten 3 ribu pasien.

Namun nyatanya Satuan Tugas Penanganan COVID-19 sedang fokus pada aspek lain ketimbang masalah penambahan kasus yang kian banyak setiap hari. Juru Bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito menyebut kasus meninggal merupakan fokus utama saat ini.

Wiku menyebutkan peningkatan kasus meninggal akibat COVID-19 mencapai 3 persen. Pekan lalu, kasus kematian mencapai 663, sedangkan pekan ini bertambah menjadi 683 korban jiwa. Karena itulah, menurunkan angka kematian akibat COVID-19 merupakan target bersama yang wajib dipenuhi.

"Ini adalah target kita bersama agar persentase kematian yang tertinggi secara nasional ini dapat diturunkan lebih banyak lagi sehingga sama dengan maka nasional atau lebih baik lagi," kata Wiku dalam jumpa persnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (8/9). "Sehingga kita secara kolektif dapat menurunkan angka kematian mendekati angka global."


Pada Selasa kemarin, tercatat ada 100 orang yang meninggal akibat terinfeksi virus Corona. Dengan demikian total akumulatifnya sudah mencapai 8.230 kasus.

"Terlihat secara nasional terjadi penambahan kasus kematian COVID-19 secara nasional sebesar 3 persen," terang Wiku, dilansir dari Berita Satu, Rabu (9/9). "Dibanding dengan Minggu lalu yaitu dari 663 menjadi 683 penambahan."

Saat ini, jelas Wiku, Jawa Timur masih menjadi daerah dengan persentase kasus kematian akibat COVID-19 tertinggi di Indonesia. Persentase kematiannya mencapai 7,14 persen, dan nyaris disusul Jawa Tengah dengan 7,06 persen.

Sedangkan secara mengejutkan persentase kematian di Provinsi Bengkulu merupakan urutan ketiga tertinggi di Indonesia, mencapai 6,65 persen. Lalu ada Sumatera Selatan dengan 5,95 persen dan Nusa Tenggara Barat di posisi kelima dengan 5,9 persen.

Jumlah akumulatif kasus COVID-19 yang sudah tembus "kepala 2" juga membuat Presiden Joko Widodo menempuh langkah tegas. Seperti baru-baru ini sang kepala negara memerintahkan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk bekerja lebih keras, dalam mengatasi ketimpangan tes Corona di sejumlah daerah.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait