jumlah jenazah yang dimakamkan akibat virus ini bisa mencapai puluhan. Bahkan, salah seorang petugas pemakaman di TPU Pondok Ranggon,curhat pernah makamkan 37 jenazah dalam sehari
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 09 September 2020 - 16:21 WIB
WowKeren - Kondisi penyebaran pandemi COVID-19 di Jakarta yang terus meningkat masih menjadi sorotan. Jumlah pasien yang meninggal akibat virus ini pun juga semakin banyak.
Dalam sehari, jumlah jenazah yang dimakamkan akibat virus ini bisa mencapai puluhan. Bahkan, salah seorang petugas pemakaman khusus corona di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur curhat pernah makamkan 37 jenazah dalam sehari.
"Kemarin awal September itu angkanya bisa 37 jenazah yang dimakamkan," kata Adang seperti dilansir Suara, Rabu (9/9). "Itu paling banyak selama saya bertugas dari awal musim pandemi."
Ia menuturkan jika angka jenazah yang dimakamkan sempat melandai pada Idul Fitri lalu. Namun jumlah ini kembali mengalami peningkatan sejak awal Agustus. "Sebulan sehabis Idul Fitri agak naik, naik, terus naik meledaknya awal Agustus," ungkapnya melanjutkan.
Ia pun mengaku mulai kewalahan. Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih patuh terhadap protokol kesehatan demi memutus rantai penularan COVID-19. Kekinian, Adang dan rekan-rekannya di TPU Pondok Ranggon memakamkan 20 lebih jenazah dalam sehari.
"Kami di sini sih sebenarnya sudah lelah, kapan musim pandemi berakhir," ujarnya. "Saya harap musim (corona) ini cepat berlalu."
Selain tenaga medis, tukang penggali kubur memang menjadi pekerjaan yang sangat disibukkan saat pandemi ini. Beberapa waktu lalu, seorang penggali kubur asal Jakarta Timur, Minar, turut disorot oleh media asing asal Singapura, Channel News Asia. Melalui artikelnya, CNA mengungkapkan curhatan Minar.
Ia menyebut jika pandemi corona membuatnya cukup kewalahan. Pasalnya, ada begitu banyak mayat yang harus dikuburkan setiap harinya. Pria berusia 54 tahun tersebut dikatakan media itu belum pernah sesibuk ini sejak 33 tahun bekerja sebagai penggali kubur di pemakaman Pondok Ranggon, Jakarta Timur.
Jumlah kasus corona terus meningkat terutama di Jakarta yang menjadi episenter corona di Indonesia. "Sekarang sangat melelahkan karena ada begitu banyak mayat tiba setiap hari," kata Minar.
(wk/zodi)