Pengembangan Sudah Separuh Jalan, Menristek Yakin Vaksin Merah Putih Lebih Cocok untuk Indonesia
Nasional

Menristek menyebutkan jika Merah Putih akan melengkapi sejumlah vaksin yang sudah dipesan Indonesia dari negara lain seperti Sinovac dari Tiongkok dan G42 dari Uni Emirat Arab

WowKeren - Di samping menjalin kerja sama dengan sejumlah negara untuk mempersiapkan ketersediaan vaksin COVID-19, Indonesia juga tengah mengembangkan vaksin dalam negeri. Vaksin bernama "Merah Putih" ini masih separuh jalan dikembangkan.

Merah Putih digadang-gadang akan menjadi vaksin yang lebih efektif untuk masyarakat Indonesia. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro.

Bukan tanpa alasan, bibit vaksin ini sendiri dikembangkan dari isolat virus yang beredar di Indonesia. Seperti diketahui, virus corona yang menyebar di berbagai belahan dunia memiliki karakteristik yang berbeda-beda, tak terkecuali dengan yang ada di Indonesia.

"Bibit vaksin yang dikembangkan dengan vaksin merah putih itu menggunakan isolat virus yang beredar di Indonesia," kata Bambang lewat kanal Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (9/9). "Sehingga kita berharap vaksin merah putih itu akan cocok untuk menjaga daya tahan tubuh warga negara Indonesia terhadap COVID-19."


Pengembangan vaksin itu sendiri saat ini masih setengah jalan, progresnya masih 50 persen. Vaksin ini diperkirakan rampung dan mulai bisa diproduksi secara massal pada 2021 mendatang.

Bambang menyebutkan jika Merah Putih akan melengkapi sejumlah vaksin yang sudah dipesan Indonesia dari negara lain. Termasuk di antaranya Sinovac dari Tiongkok dan G42 dari Uni Emirat Arab.

"Perkiraannya di triwulan ke-4 2021 kita bisa memproduksi dalam jumlah besar dan nantinya akan melengkapi vaksin COVID-19 yang awalnya akan didatangkan dari kerja sama dengan pihak luar," lanjut Bambang. "Terutama dengan Sinovac Cina dan dengan G42 yang berasal dari Uni Emirat Arab."

Sementara itu, salah satu hal yang cukup menjadi concern masyarakat Indonesia terkait vaksin ini adalah halal tidaknya digunakan. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito memastikan jika vaksin kerjasama antara Uni Emirat Arab (UEA), Tiongkok, dan Indonesia, telah bersertifikat halal.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait