Ikatan Dokter Indonesia melaporkan setidaknya satu juta warga Aceh memiliki penyakit penyerta atau komorbid. IDI lantas mengungkapkan dampak fatalnya di tengah penyebaran corona.
- Ruth Meliana
- Rabu, 09 September 2020 - 20:29 WIB
WowKeren - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh melaporkan setidaknya ada 1 juta masyarakat Aceh yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya di tengah penyebaran virus corona.
Seperti yang diketahui, orang yang memiliki komorbid menjadi golongan paling rentan jika terinfeksi COVID-19. Dampak gejala berat, komplikasi bahkan hingga merenggut nyawa telah menghantui pasien komorbid yang terpapar virus corona.
”Yang paling mengkhawatirkan dari IDI adalah ada satu juta penduduk Aceh menjadi kelompok rawan apabila terserang COVID-19,” kata Ketua IDI Aceh dr Safrizal Rahman dalam konferensi pers virtual seperti dilansir dari Detik, Rabu (9/9). “Mereka adalah kelompok yang memiliki komorbid.”
Oleh sebab itu, IDI Aceh mendesak pemerintah segera membuat penanganan pandemi virus corona yang jelas dan terstruktur. Selain itu, pemerintah juga diminta melibatkan berbagai kalangan masyarakat, mulai dari tokoh, ulama, universitas, hingga cerdik pandai dalam upaya penanganan COVID-19.
”Kita mengharapkan seluruh komponen masyarakat sama-sama berkonsentrasi melawan corona,” tegas Safrizal. “Karena ada kelompok besar yang harus kita lindungi.”
Safrizal mengungkapkan data 1 juta warga Aceh memiliki komorbid tersebut telah dikonfirmasi oleh para ahli. Adapun penyakit penyerta yang banyak ditemukan pada masyarakat Aceh adalah diabetes, hipertensi, penyakit jantung, gagal ginjal, penderita penyakit paru serta obesitas.
Kondisi tersebut membuat pemerintah harus melakukan upaya pencegahan di hulu secara maksimal. Jika tidak, IDI Aceh menyatakan kekhawatirannya jika banyak korban jiwa yang akan berjatuhan di wilayah tersebut akibat upaya pencegahan tak maksimal.
Hingga Rabu (9/9), Aceh total telah melaporkan sebanyak 2.151 kasus virus corona. Dari jumlah tersebut, sebanyak 700 pasien telah dinyatakan sembuh dan 85 orang dilaporkan meninggal dunia. Sedangkan 1.366 lainnya masih berstatus kasus aktif atau menjalani perawatan.
(wk/lian)