Tak Cuma Subsidi Kuota, Pemerintah Bakal Bagikan Tablet Murah Dukung Pembelajaran Daring
Nasional

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan jika pemerintah akan menyediakan tablet murah untuk pelajar tak mampu untuk mendukung pembelajaran jarak jauh di masa pandemi.

WowKeren - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyediakan subsidi kuota bagi siswa dan guru yang membutuhkan untuk mendukung sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi virus corona (COVID-19).

Namun, bantuan pemerintah tak cukup sampai di situ. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah bakal menyediakan tablet murah untuk pelajar yang melakukan kegiatan belajar mengajar akibat pandemi COVID-19.

Airlangga mengatakan, penyediaan tablet murah tersebut merupakan tindah lanjut dari program subsidi pulsa untuk murid dan guru yang telah dianggarkan sebesar Rp 7,2 triliun. "Program susbisid pulsa untuk murid dan guru Rp 7,2 triliun, salah satu program yang kami lihat menyediakan tablet murah untuk masyarakat," ujarnya dalam video conference, Kamis (10/9).

Airlangga menjelaskan, pemberian tablet murah kepada pelajar dilakukan agar subsidi pulsa yang diberikan pemerintah tepat sasaran. Pasalnya, selama ini banyak siswa yang menggunakan gadget atau gawai milik orang tua mereka dalam melakukan kegiatan belajar mengajar.


"Karena keta ketahui, untuk subsidi pulsa, sebagian besar pelajar menggunakan nomor orang tua, (pemberian tablet murah) ini dilakukan agar tepat sasaran," jelas Airlangga. "Mekanismenya akan terus didalami oleh pemerintah."

Selain itu, Airlangga juga mengatakan jika program susidi pulsa yang tahun ini telah dijalankan oleh pemerintah bakal dilanjutkan hingga kuartal II tahun 2020 mendatang. Adapun subsidi kuota tersebut akan disalurkan kepada siswa, guru, mahasiswa, dan dosen selama empat bulan ke depan, terhitung dari September hingga Desember 2020. Dengan rincian, siswa akan mendapat 35 GB per bulan, guru akan mendapat 42 GB per bulan, serta mahasiswa dan dosen 50 GB per bulan.

Sebelumnya, Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Syaiful Huda sempat mengkritik wacana pemberian subsidi kuota tersebut lantaran ia menilai jika tak semua siswa dan guru di Indonesia memiliki gawai yang dapat diisi kuota untuk belajar online dari rumah. "Berapa dari 68 juta siswa yang tidak punya smartphone?" ujar Syaiful. "Kalau bisa dari Rp 7,2 triliun kita minta diupayakan dipecah untuk pemberian subsidi smartphone."

Lebih lanjut, Syaiful juga mengaku masih menemui keluarga dengan empat anak namun hanya memiliki satu gawai. Hal tersebut membuat anak-anak di keluarga itu harus bergantian gawai untuk sekolah online.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait