Ada RS Patok Harga Hingga Rp 2,5 Juta, Doni Monardo Sebut Biaya Tes Swab Masih Dibahas
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan pemerintah akan berupaya memutuskan besaran biaya yang bisa diterima oleh semua pihak nantinya

WowKeren - Tak seperti harga rapid test yang sudah ditetapkan oleh pemerintah berapa tarif maksimumnya, biaya tes swab masih bervariasi. Sehingga tak heran jika masih banyak ditemui tes swab yang dibanderol dengan harga sangat mahal.

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan jika pemerintah saat ini tengah membahas standar biaya untuk tes swab. Menurutnya, pemerintah akan berupaya memutuskan besaran biaya yang bisa diterima oleh semua pihak nantinya.

"Untuk harganya, sekarang sedang dalam pembahasan," kata Doni melalui video telekonferensi, Minggu (13/9). "Kami akan berusaha untuk menemukan sebuah format harga yang relatif bisa diterima semua pihak, baik oleh swasta, demikian juga untuk laboratorium yang lebih kepada kepentingan sosial."

Mahalnya biaya tes swab juga bukan tanpa alasan. Ia menuturkan jika reagen yang diperlukan untuk menguji sampel masih harus diimpor dari luar negeri. Hal ini menyebabkan jumlah reagen yang tersedia di Indonesia juga terbatas. Oleh sebab itu, ia berharap agar ke depannya Indonesia bisa memproduksi sendiri reagen ini sehingga bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri secara mandiri.


"Kita berharap nasional juga bisa memproduksi reagen," ujar Doni. "Sehingga bisa lebih murah harganya dan bisa lebih banyak."

Doni menuturkan jika sampai saat ini masih banyak masyarakat yang mengalami kesulitan untuk melakukan tes PCR. Salah satunya karena tarif yang teramat mahal. pada dasarnya, harga untuk tes ini adalah berkisar Rp 500.000 namun ada RS yang mematok hingga di atas Rp 2,5 juta.

"Ada RS yang mematok harga tes PCR swab sampai di atas Rp 2,5 juta," kata Doni di Senayan, Kamis (3/9). "Padahal harga rutin atau harga yang bisa kita lihat sebenarnya tidak akan lebih dari Rp 500.000 per pemeriksaan spesimen."

Selain karena masih belum memadainya ketersediaan reagen dalam negeri, ada sejumlah alasan tes swab mahal. Salah satunya karena tes swab juga memerlukan biaya untuk jasa dokter hingga analisis.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts