Jika memang ada anggapan bahwa virus penularan virus corona bisa memiliki kaitan dengan musim maka hal itu harus dibuktikan dengan penelitian lebih jauh
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 18 September 2020 - 12:38 WIB
WowKeren - Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan jika penularan COVID-19 berpotensi mengalami peningkatan selama musim dingin. Menanggapi pernyataan ini, Ahli Pandemi & Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mengatakan jika penularan virus tak berkaitan dengan musim.
Berdasarkan penelitian-penelitian terkait pandemi baru tersebut yang telah dilakukan sejauh ini, Dicky mengatakan SARS-CoV-2 yang masuk keluarga virus corona beserta SARS dan MERS berbeda dibandingkan penyakit infeksi Saluran Pernapasan (ISP) akibat virus seperti flu musiman.
"Virus corona berdasarkan fakta ilmiah belum menunjukkan ada keterkaitan dengan," kata Dicky dilansir CNN Indonesia, Jumat (18/9). "Sejauh pengetahuan kita yang saat ini kita miliki."
Jika memang ada anggapan bahwa virus penularan virus corona bisa memiliki kaitan dengan musim maka hal itu harus dibuktikan dengan penelitian lebih jauh. Namun yang jelas, penularan virus corona berkaitan dengan tabiat orang.
"Kecenderungan lebih terjadi penyebaran karena virus ini dibawa orang," ungkapnya. "Karakter atau tabiat dari orang ini yang pengaruhi. termasuk sistem imunitas dari orang itu."
Sementara itu, ia membenarkan jika penyebaran ISP yang disebabkan oleh virus adenovirus dan rhinovirus bisa dipengaruhi oleh musim. Di musim dingin atau penghujan, penularan penyakit ini cenderung lebih meningkat. Hal ini disebabkan karena suhu yang lebih lembap.
Virus flu musiman, kalau misalnya influenza umumnya memang jadi wabah di musim dingin atau hujan," jelasnya. "Seperti rhinovirus atau adenovirus yang menyebabkan gejala ringan seperti masuk angin atau common cold.
Hal senada disampaikan oleh ahli cuaca dari Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG), Deni Septiadi. Ia mengatakan belum ada penelitian yang mampu menjelaskan hubungan cuaca dengan penyebaran penyakit COVID-19.
"Saat ini dengan data yang masih sangat minim sulit untuk mengasumsikan," kata dia masih dilansir CNN Indonesia. "Bahwa cuaca baik hangat atau dingin memberikan respons signifikan terhadap penyebaran COVID-19."
(wk/zodi)