Nakes Berguguran Dinilai Jadi Alarm Nyaring Bagi Pemerintah
Getty Images
Nasional

Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta menilai banyaknya tenaga kesehatan yang meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona merupakan peringatan keras bagi pemerintah.

WowKeren - Kasus virus corona di Tanah Air masih terus mencatatkan penambahan yang signifikan setiap harinya. Bahkan dalam sepekan terakhir, Indonesia selalu mencatat kasus tambahan per hari lebih dari 3.000 orang. Hingga Kamis (17/9), total ada 232.628 orang yang terinfeksi virus corona di Tanah Air.

Tenaga kesehatan (nakes) juga dilaporkan banyak yang meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona saat menangani pasien COVID-19. Situasi ini lantas disorot oleh Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta.

Selain menyoroti banyaknya nakes yang berguguran, Anis juga menanggapi wafatnya Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah. Menurutnya, hal tersebut menjadi peringatan keras bagi pemerintah agar serius mempertimbangkan setiap kebijakan demi keselamatan bersama.

“Berpulangnya Bang Saefullah dan lebih dari 100 dokter di lapangan,” kata Anis dalam keterangan resmi seperti dilansir dari CNNIndonesia, Kamis (17/9). “Serta banyak lagi orang-orang berpotensi merupakan alarm yang sangat nyaring agar pemerintah menguatkan koordinasi serta membuat kebijakan yang mengutamakan keselamatan dan nyawa manusia.”


Anis lantas mendoakan ratusan tenaga kesehatan yang telah meninggal tersebut. Ia juga turut mendoakan nakes yang masih berjuang dalam merawat pasien virus corona di garda depan agar selalu diberikan perlindungan dan keselamatan. “Saya mendoakan agar mereka yang telah berjihad bekerja dalam penanganan pandemi diterima di sisi terbaik Allah SWT,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Anis juga mengingatkan bagaimana virus corona yang menyebar dan menginfeksi penduduk dunia sama sekali tidak memandang bulu. Buktinya, COVID-19 telah menginfeksi dan bahkan menewaskan orang-orang dari berbagai macam kalangan dan profesi.

Sebelumnya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah melaporkan ada 184 tenaga medis terdiri yang telah gugur akibat virus corona. Dari jumlah tersebut, sebanyak 105 dokter umum dan spesialis, 9 dokter gigi, dan 70 dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia telah mendesak pemerintah agar serius memperhatikan nasib nakes yang bekerja menjadi menangani pasien virus corona selama ini. Pekerjaan nakes yang rentan tertular COVID-19 membuat perhimpunan dokter paru meminta pemerintah untuk mempermudah pemeriksaan kondisi kesehatan mereka.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait