Waspadai Sebaran Info-Demic Yang Lebih 'Kencang' Dari Virus Corona
Nasional

Masyarakat diminta untuk selalu mewaspadai penyebaran info-demic jauh lebih cepat daripada virus corona (COVID-19), Universitas Airlangga (Unair) beri penjelasan.

WowKeren - Masyarakat Indonesia diminta untuk terus waspada selama pandemi virus corona. Kewaspadaan ini tidak hanya terkait penularan COVID-19, namun juga penyebaran info-demic berita yang terus bermunculan selama pandemi.

Penyebaran berita selama pandemi virus corona ini dinilai dapat membahayakan lantaran banyak ditemukan kabar bohong atau hoaks. Bahkan, kabar hoaks tersebut sering dipercaya masyarakat sehingga semakin menimbulkan kepanikan dan ketakutan di tengah masyarakat.

Universitas Airlangga (Unair) lantas menggelar webinar dan membahas mengenai fenomena info-demic. Diskusi ini diadakan oleh Departemen Komunikasi Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair. Adapun pengisi materinya merupakan Ahli Studi Media FISIP Unair, Prof Rachma Ida Dra MCommsbPhD.


Ida menjelaskan arti info-demic adalah banjir berita atau informasi yang sangat banyak beredar. Sebagai contoh, ia menunjukkan salah satu judul berita yang sempat memicu kepanikan masyarakat. Berita ini berjudul “Seorang Relawan yang Telah Disuntik Vaksin COVID-19 di Bandung Kabarnya Positif COVID-19”.

Judul tersebut dinilai Ida justru memberikan dampak ketakutan pada masyarakat jika vaksin COVID-19 berbahaya. Padahal, kata “kabarnya” dalam judul tersebut seharusnya bisa menunjukkan jika berita tersebut belum tentu benar menyatakan jika vaksin virus corona berbahaya.

”Judul itu tentu bisa membuat persepsi pada masyarakat bahwa vaksin dapat menularkan virus dan mereka akan takut dengan vaksin,” kata Ida dalam webinar bertajuk 'Media dan Info-Demic: Menata Berita dan Bencana Stigma Sosial', seperti dilansir dari Detik, Jumat (18/9). “Padahal, judulnya saja masih menggunakan diksi 'kabarnya' dan belum tentu yang menyebabkan positif adalah vaksin.”

Ida menjelaskan dampak buruk info-demic yang bisa menyebabkan masyarakat paranoid, ketakutan berlebih dan bahkan dapat melakukan hal-hal yang membahayakan bagi dirinya sendiri. Ia menyayangkan peraturan di Indonesia yang masih belum memiliki standar kode etik untuk berita hoaks. Akibatnya, penyebaran informasi salah bisa jauh lebih cepat ketimbang virus corona itu sendiri.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait