Polisi Temukan 5 Mayat ABK di Freezer Saat Operasi Yustisi, Ternyata Tewas Karena Miras Oplosan
Nasional

Lima mayat anak buah kapal (ABK) tersebut ditemukan kala Polres Kepulauan Seribu melakukan operasi yustisi di kapal-kapal nelayan pada Kamis (17/9) lalu. Polisi pun melakukan autopsi terhadap kelima mayat tersebut.

WowKeren - Pihak kepolisian menemukan lima mayat anak buah kapal (ABK) di dalam pendingin alias freezer di kapal ikan KM Starindo Jaya Maju IV. Kelima mayat tersebut ditemukan kala Polres Kepulauan Seribu melakukan operasi yustisi di kapal-kapal nelayan pada Kamis (17/9) lalu.

Polisi pun lantas melakukan autopsi terhadap kelima mayat tersebut. Hasilnya, kelima ABK tersebut dipastikan tewas karena mengkonsumsi miras oplosan.

"Hasil autopsi kemarin memang dinyatakan kelima korban tersebut murni meninggal karena minum oplosan minuman keras," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya pada Sabtu (19/9).

Dengan hasil autopsi tersebut, pihak kepolisian akan menghentikan penyidikan kasus tersebut. Pasalnya, tutur Yusri, tidak ada unsur pidana dalam kematian para ABK tersebut.

"Sampai saat ini sudah digelarkan," ujar Yusri. "Dan kasusnya akan di-SP3 karena tersangkanya adalah korban sendiri."


Sebelumnya, Polres Kepulauan Seribu juga telah memeriksa enam orang saksi, termasuk nakhoda KM Starindo Jaya Maju IV, terkait temuan lima jenazah tersebut. Senada dengan Yusri, Kasat Reskrim Polres Kepulauan Seribu AKP Fahmi Amarullah juga menyebut bahwa tidak ditemukan unsur pidana dalam kasus tersebut.

Berdasarkan keterangan nakhoda, kapal ikan tersebut sedianya melakukan pelayaran menuju Samudra Hindia. "Sekarang begini, mereka kan melaut dari Juni, kurang-lebih tanggal 2 Juli ya, mereka melaut berangkat dari Muara Baru ke Samudra Hindia laut lepas, kan jauh tuh. Nah, yang namanya nelayan, dia itu pulangnya bisa 3 bulan, 4 bulan, bisa bahkan 6 bulan," ungkap Fahmi pada Jumat (18/9).

Di tengah perjalanan, lima ABK meninggal dunia usai meminum alkohol oplosan. Sang nakhoda pun memutuskan untuk memasukkan kelima ABK tersebut ke dalam freezer.

"Nah, pada saat kejadian nahas begitu, ya otomatis yang bisa dilakukan taruh di freezer. Masa mau dibuang?" ujar Fahmi. "Kalau enggak ditaruh di freezer, busuk dong, kan gitu, sedangkan mereka kan tetap harus melakukan kegiatan itu."

Fahmi juga menyatakan bahwa fenomena ABK meninggal dunia selama perjalanan laut sebenarnya sudah kerap terjadi. Berdasarkan keterangan nakhoda kapal, yang dapat dilakukan sementara adalah meletakkan jenazah di dalam freezer agar tidak membusuk.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts