Ini Alasan Jokowi Pidato Pakai Bahasa Indonesia di Sidang Umum   PBB
Twitter/KemensetnegRI
Nasional

Pidato yang disampaikan Jokowi di Sidang Majelis Umum PBB pada hari ini merupakan hasil rekaman karena sidang digelar secara virtual. Sang Presiden juga menyampaikan pidatonya dalam bahasa Indonesia.

WowKeren - Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-75 yang dilaksanakan secara virtual pada Rabu (23/9) hari ini. Ini merupakan kali pertama Jokowi berpidato di Sidang Umum PBB sejak ia menjabat sebagai Presiden RI pada tahun 2014 silam.

Pidato yang disampaikan Jokowi di Sidang Majelis Umum PBB pada hari ini merupakan hasil rekaman yang sudah dibuat terlebih dahulu. Sang Presiden juga menyampaikan pidatonya dalam bahasa Indonesia.

Melansir Kompas.com, Jokowi tidak menggunakan bahasa Inggris kerena mengikuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia. Usai Jokowi meneken Perpres No 63/2019 pada 30 September 2019 lalu, maka Perpres Nomor 16 Tahun 2010 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Pidato Resmi Presiden dan/atau Wakil Presiden serta Pejabat Lainnya pun dihapus.

Perpres No 63/2019 tersebut mewajibkan penggunaan bahasa Indonesia dalam pidato resmi presiden, wakil presiden, dan pejabat negara lain, baik di dalam maupun di luar negeri. Hal ini juga dipertegas dengan Pasal 16 Perpres No 63/2019 tentang Pidato Resmi di Luar Negeri.


Dalam Pasal itu, disebutkan bahwa penyampaian pidato resmi presiden dan/atau wakil presiden dalam forum yang diselenggarakan di luar negeri dilakukan dengan menggunakan bahasa Indonesia. Adapun forum di luar negeri yang dimaksud di antaranya:

  1. PBB
  2. Organisasi Internasional
  3. Negara Penerima

Sesuai Pasal 18 Perpres No 63/2019, Presiden dapat didampingi oleh penerjemah kala menyampaikan pidato. Sedangkan Pasal 19 menyebutkan bahwa Presiden juga boleh menyampaikan isi pidato secara lisan dengan bahasa asing untuk memperjelas dan mempertegas hal yang ingin disampaikan.

Di sisi lain, Jokowi menyampaikan banyak hal dalam pidatonya. Salah satunya adalah permintaan Jokowi agar PBB berbenah diri, mengingat saat ini dunia tengah dihadapkan pada kondisi melawan pandemi COVID-19.

Selain pandemi COVID-19, sejumlah krisis juga menjadi tantangan bagi dunia untuk menyelesaikannya. Seperti berbagai konflik yang masih banyak terjadi di negara-negara tertentu.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts