COVID-19 Bikin Penderitanya Tak Bisa Cium Bau, Begini Bedanya dengan Gejala Penyakit Lain
Health
COVID-19 di Indonesia

Anosmia atau kehilangan kemampuan mencium aroma menjadi salah satu gejala yang khas COVID-19. Namun ternyata anosmia juga bisa dialami oleh penderita penyakit lain seperti sinusitis dan polip.

WowKeren - Masih banyak misteri soal COVID-19 yang belum terungkap di hadapan publik. Namun salah satu gejala khas dari penyakit ini adalah penderitanya yang kehilangan kemampuan mencium bau alias anosmia.

Namun patut diingat bahwa anosmia tidak hanya dialami oleh pasien COVID-19 tetapi juga beberapa penyakit lain seperti sinusitis dan polip hidung. Lantas bagaimana cara membedakan anosmia akibat infeksi virus SARS-CoV-2 dengan penyakit lain?

Menurut dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) RSUP Persahabatan, dr Deasi Anggraini, Sp. THT-KL(K), dari segi gejala nyaris tak ada beda antara anosmia karena COVID-19 dan bukan. Namun ada satu pembeda penting yang harus dicermati untuk mengidentifikasinya, apakah itu?

"Jadi dari segi gejala hampir sama saja dengan anosmia biasa," terang dr Deasi dalam siaran bincang sehat pada Selasa (29/9). "Yang membedakannya adalah onset (waktu munculnya). Jadi pada kasus COVID-19, onsetnya itu mendadak atau sudden."


Kondisi ini jauh berbeda dengan penyakit lain seperti sinusitis dan polip yang biasanya terjadi secara bertahap. "Berbeda dengan kondisi lain. Kalau pada sinusitis atau polip, biasanya keluhannya itu sudah dialami penderita dari sebelum-sebelumnya," kata dr Deasi, dikutip dari Detik Health.

Selain itu anosmia juga awam terjadi pada beberapa situasi khusus, namun biasanya bersifat timbul dan hilang, seperti misalnya pada penderita cedera kepala serius. Namun bisa juga anosmia terjadi karena pengaruh penuaan sehingga bersifat bertahap dan terus-menerus.

"Biasanya anosmia muncul di awal," imbuh dr Deasi, menambahkan ciri penting anosmia pada pasien infeksi virus Corona. "Ada satu penelitian di Turki yang menganalisis, keluhan anosmia ini muncul di H-4 atau H-3 sebelum gejala demam atau terdiagnosis dengan PT-PCR."

Selain itu, biasanya penderita anosmia yang terkait dengan COVID-19 mengalami gejala lain seperti demam, batuk, rasa lelah pada tubuh, nyeri otot, sakit kepala, atau nyeri tenggorokan. Namun untuk memastikannya tentu diperlukan tes swab dengan metode PCR.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts