Makin Canggih, Foto Selfie Kini Bisa Untuk Deteksi Risiko Penyakit Jantung
Pixabay/JudaM
Health

Ada potensi foto selfie digunakan untuk mendeteksi risiko penyakit jantung pada seseorang, yakni dengan memanfaatkan algoritma komputer dalam menganalisis pembuluh darahnya.

WowKeren - Dunia kesehatan kian berkembang didukung oleh kemajuan teknologi, terutama kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI). Seperti belum lama ini terungkap dari peneliti di European Society of Cardiology, yakni tentang potensi cara sederhana berbiaya rendah untuk mendeteksi risiko penyakit jantung lewat analisis wajah di sebuah swafoto alias selfie.

Berdasarkan studi yang dipublikasikan di European Heart Journal itu menemukan bahwa algoritma komputer bisa mendeteksi penyakit arteri koroner dengan menganalisis empat foto wajah seseorang dari berbagai sisi. Lebih lanjut, disebutkan ada beberapa ciri wajah yang cenderung dikaitkan dengan penyakit jantung.

Dilansir dari siaran pers yang dikutip Melmagazine pada Selasa (29/9), beberapa ciri wajah tersebut seperti rambut beruban dan keriput. Namun ada beberapa ciri minor yang lebih sulit untuk dipastikan dengan mata telanjang, seperti lipatan daun telinga dan timbunan kecil lemak serta kolesterol di bawah kulit.


Hanya saja banyak dokter yang tidak menyarankan pemeriksaan semacam ini hanya berdasarkan diagnosis mata telanjang. Oleh karena itulah kemudian para peneliti di Brain and Cognition Institute pada Department of Automation, Tsinghua University, Beijing, Tiongkok mengembangkan program komputer khusus yang mampu menganalisis lebih lanjut citra wajah individu terkait.

Lebih tepatnya, program komputer akan membantu menganalisis pembuluh darah seseorang lewat foto tersebut. Dalam uji coba algoritma dilakukan upaya mendeteksi penyakit jantung dengan tingkat akurasi sampai 80 persen, sedangkan 61 persen kasus terdeteksi tak memiliki penyakit jantung.

Namun untuk bisa menganalisisnya, diperlukan tenaga yang terlatih untuk memotret pasien. Kendati masih terus disempurnakan, setidaknya temuan ini dianggap sebagai permulaan untuk bisa mendeteksi risiko penyakit jantung dengan lebih cepat dan murah.

Bahkan di masa depan ada potensi pasien mengambil beberapa foto selfie untuk kemudian dikirimkan ke dokter. Nanti tenaga medis akan menganalisis untuk kemudian ditentukan apakah perlu pemeriksaan lebih lanjut atau tidak terkait kesehatan jantungnya. Idealnya metode ini bisa menawarkan cara yang murah dan mudah diakses terutama bagi kelompok berisiko.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts