Dinkes DKI Jakarta Ungkap Kunci Kenaikan Angka Sembuh Pasien Corona
Nasional

Kepala Dinkes DKI, dr Widyastuti, juga mengungkapkan bahwa tingkat kematian akibat corona mencapai 2,3 persen. Meski persentasenya kecil, hal ini tak bisa dianggap enteng karena jumlah kasus positif di DKI merupakan yang tertinggi di Indonesia.

WowKeren - DKI Jakarta menjadi provinsi dengan peningkatan angka kesembuhan COVID-19 tertinggi di Indonesia, di atas Sulawesi Selatan dan Jawa Barat. DKI melaporkan 1.124 pasien COVID-19 sembuh pada Kamis (1/10), sehingga total sudah ada 61.444 orang penyintas corona di Ibu Kota.

Sementara itu, tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di DKI per 1 Oktober 2020 telah mencapai 81,1 persen. Kepala Dinas Kesehatan DKI, dr Widyastuti, menyatakan bahwa peningkatan pasien sembuh ini merupakan hasil kerjasama masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta dalam menerapkan perubahan perilaku masyarakat. Contohnya adalah kebiasaan memakai masker, mencuci tangan, hingga menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

"Tingkat kesembuhan tadi itu partisipasi masyarakat yang perlu dijaga tetap sehat," tutur Widyastuti dalam talkshow di BNPB pada Kamis (1/10). Meski tingkat kesembuhan COVID-19 di DKI meningkat, Widyastuti mengungkapkan bahwa tingkat kematian akibat corona masih mencapai 2,3 persen.

Widyastusi lantas menjelaskan bahwa pemerintah tidak boleh melihat persentase yang kecil di angka 2,3 persen pada kasus kematian di DKI. Pasalnya, jumlah kasus COVID-19 di DKI merupakan yang tertinggi di Indonesia.


"Tentu ini menggembirakan tapi satu sisi kita tetap punya angka kematian 2,3 persen," ujar Widyastuti. "Jadi kalau kita hitung secara absolut, tentu 2,3 persen jadi banyak."

Lebih lanjut, Widyastuti juga mengungkapkan bahwa Pemprov DKI telah menyiapkan tiga wisma untuk menampung pasien positif COVID-19 tanpa gejala (OTG). Tak hanya itu, Pemprov DKI juga disebut telah bekerjasama dengan pemerintah pusat dan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk membuka tiga hotel khusus bagi pasien COVID-19 OTG.

Meski sudah menyiapkan tempat bagi para pasien, Widyastuti menekankan bahwa perilaku perubahan masyarakat tetap penting. "Tapi kita tidak ingin ada yang sakit lagi. Satu sisi tempatnya disiapkan, tapi perubahan perilaku tetap kita tekankan," jelas Widyastuti.

Selain itu, Widyastuti juga menjelaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak swasta tentang manajemen pasien hingga rumah sakit yang menjadi tempat pasien mendapat pembekalan khusus, termasuk psikososial. Menurut Widyastuti, situasi pandemi corona ini relatif baru, sehingga psikososial harus dikedepankan.

"Yang sakit yakin cepat sembuh, dan keluarga ikut menjaga kondisi lingkungan," tutur Widyastuti. "Termasuk tenaga kesehatan untuk jaminan sosial."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait