DKI Tambah 2 Hektare Lahan untuk Makam COVID-19, PSBB Gagal Tekan Tingkat Kematian?
Getty Images
Nasional

Pemprov DKI Jakarta menyiapkan 2 hektare lahan tambahan di Rorotan untuk menampung sekitar 6 ribu jenazah yang perlu dimakamkan dengan protap COVID-19, lantaran 2 lahan lain sudah mulai menipis.

WowKeren - Selain perkara fasilitas kesehatan untuk merawat pasien, pandemi COVID-19 yang belum teratasi di DKI Jakarta juga menyisakan masalah lahan pemakaman. Sebab tak hanya pasien positif COVID-19 yang harus dimakamkan dengan protokol ketat tetapi setiap kasus terkait pandemi.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belakangan menyiapkan lahan seluas 2 hektare untuk kebutuhan lahan pemakaman itu. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan tanah 2 hektare itu disediakan di Rorotan, Jakarta Utara.

"Kami sudah menyiapkan tempat lain sebagai alternatif, di antaranya yang dalam proses penyiapan di Rorotan," terang Riza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (1/10). "Kurang lebih kami siapkan sekarang 2 hektare di situ."

Sejauh ini jenazah pasien yang harus dimakamkan dengan protap COVID-19 dilakukan di Pemakaman Pondok Rangon Jakarta Timur dan Tegal Alur Jakarta Barat. Namun lahannya kekinian semakin menipis ketika jumlah jenazah yang mesti dimakamkan malah semakin banyak.


Makam seluas dua hektare itu, jelas Riza, diperkirakan mampu menampung sebanyak 6 ribu jenazah. "Itu kami siapkan, nanti kami lihat lagi progresnya. Kalau nanti dirasa sudah kurang, nanti kami siapkan lagi tempat lainnya," kata Riza, dilansir dari Tirto, Jumat (2/10).

Padahal saat ini DKI Jakarta sedang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total. Namun pelaksanaan PSBB memang fokus untuk menurunkan laju penularan kasus positif COVID-19, yang tentu berbanding lurus dengan tingkat kematiannya.

Di sisi lain, tingkat kematian akibat COVID-19 di Indonesia memang sangat tinggi. Bahkan sampai saat ini tingkat kematiannya masih melampaui standar global meski terus mengalami penurunan beberapa waktu belakangan.

"Kasus meninggal persentasenya di Indonesia makin lama makin turun," ujar Juru Bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, Kamis (1/10). "(Tapi) sementara waktu masih di atas dari angka rata-rata dunia."

Sebelumnya perihal kebutuhan lahan pemakaman jenazah dengan protap COVID-19 memang dipusingkan pemerintah setempat karena jumlahnya yang kian bertambah. Bahkan kala itu sempat muncul wacana untuk menumpuk jenazah dalam satu liang lahat, yang kemudian memicu pro dan kontra tersendiri.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait