Bukan Tempat Pengungsian, Walkot Tangerang Justru Khawatirkan Klaster Ini Saat Musim Hujan
Reuters/Tyrone Siu
Nasional

Walkot Tangerang Arief R Wismansyah mengimbau agar pengendara kendaraan bermotor memperhatikan jarak jika terpaksa harus berteduh bersamaan dengan pengendara lain demi mencegah munculnya klaster baru COVID-19.

WowKeren - Sejumlah daerah di Indonesia telah memasuki musim hujan. Salah satunya Jawa Barat, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah pun mengimbau agar pengendara kendaraan bermotor memperhatikan jarak jika terpaksa harus berteduh bersamaan dengan pengendara lain.

Menurutnya, jika tidak menjaga jarak maka penularan virus corona (COVID-19) dapat terjadi di lokasi berteduh. "Jangan sampai muncul klaster berteduh penyebaran COVID-19. Tetap jaga jarak ketika berteduh di lokasi yang bersamaan dengan yang lain," ujar Arief di Tangerang, dilansir Antara, Senin (5/10).

Arief menjelaskan penyebaran COVID-19 di Kota Tangerang disebabkan sejumlah faktor, yakni adanya klaster baru, seperti keluarga, perkantoran, perdagangan dan klaster olahraga. Karena itu, dia pun memimta warga untuk selalu disiplin penerapan 3M, yakni menjaga jarak, memakai masker dan sering mencuci tangan.

Pemkot Tangerang pun telah membatasi kegiatan keramaian dalam upaya menekan kasus COVID-19, termasuk kegiatan rapat di ruangan yang diganti menjadi sistem daring. Arief juga mengingatkan warga Kota Tangerang agar lebih mengantisipasi tingginya intensitas curah hujan yang kemungkinan terjadi dalam beberapa hari ke depan. "Informasi dari BMKG, cuaca ekstrem kemungkinan akan terjadi di beberapa daerah, termasuk Kota Tangerang," katanya.


Selain itu, dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati ketika berkendara di jalan. Mengingat potensi hujan disertai angin yang terjadi dapat membahayakan pengendara.

"Kalau hujan lebat dan angin kencang, upayakan untuk tidak berteduh di bawah pohon," tuturnya. "Sebisa mungkin selalu sedia jas hujan kalau mengendarai motor. Karena sekarang informasinya sudah masuk musim hujan."

Sementara itu, Pemprov DKI telah menyusun struksi gubernur (ingub) demi mencegah munculnya klaster pengungsian banjir. Pemprov DKI akan melakukan penambahan kapasitas tempat pengungsian hingga 2 kali lipat ini guna mencegah penularan COVID-19.

"Untuk mengantisipasi pandemi COVID, wilayah diminta menyiapkan lokasi pengungsian dua kali lipat dari sebelumnya," ujar Kapusdatin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta M Insaf, Selasa (29/9). "Penanganan musibah banjir perlu siasat berbeda. Karena di tempat pengungsian sangat berpotensi terjadi penyebaran penyakit, sehingga protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19 juga akan diterapkan di tempat pengungsian."

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait