Anies mengungkapkan bahwa jumlah aparatur sipil negara (ASN) Pemprov DKI mencapai 64 ribu orang, dan non-ASN mencapai sekitar 120 ribu orang. Dengan jumlah tersebut, krisis stok darah dinilai bisa teratasi.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 06 Oktober 2020 - 12:27 WIB
WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana mewajibkan seluruh anak buahnya di Pemprov DKI untuk menjadi donor darah. Kewajiban ini diharap dapat membantu Palang Merah Indonesia (PMI) untuk mengatasi keterbatasan stok darah selama pandemi corona (COVID-19).
Meski demikian, ada pengecualian untuk pegawai Pemprov DKI yang memiliki masalah kesehatan. "Seluruh jajaran itu harus donor darah, kecuali yang punya masalah kesehatan," ungkap Anies usai mengukuhkan panitia Bulan Dana PMI 2020 secara online pada Senin (5/10).
Anies mengungkapkan bahwa jumlah aparatur sipil negara (ASN) Pemprov DKI mencapai 64 ribu orang, dan non-ASN mencapai sekitar 120 ribu orang. Dengan jumlah tersebut, Anies menilai krisis stok darah khususnya di wilayah Ibu Kota dapat dibantu teratasi.
"Lalu kita bisa ajak yang lain mengajak instansi lain di jajaran Forkopimda dan ormas," jelas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tersebut. "Kalau itu kita kerjakan, DKI ini memiliki ASN sekitar 64 ribu, non-ASN sekitar 120 ribu jumlahnya, bisa 180 ribu."
Lebih lanjut, Anies menyebut bahwa apabila kegiatan donor darah ini dilakukan secara berkala, maka stok darah di wilayah Ibu Kota akan aman. Anies juga berencana menuangkan kebijakan ini dalam surat edaran.
"Apabila semua memberikan donor secara berkala maka Insyaallah kita jadi penyangga untuk kebutuhan darah di Jakarta," ujar Anies. "Nanti kita wujudkan dalam bentuk surat."
Dalam kesempatan itu, Anies juga menyampaikan harapannya agar bulan dana PMI tahun ini bisa melampaui target Rp 21 miliar. Adapun target tahun ini lebih kecil dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 26,9 miliar.
Namun demikian, Anies menegaskan bahwa masalah donor darah tersebut merupakan solidaritas sosial yang tak ada hubungannya dengan masalah ekonomi. "Mudah-mudahan kita bisa lampaui target. Ini mungkin berbeda dengan pertumbuhan ekonomi karena ini pertumbuhannya solidaritas sosial. Insya Allah pertumbuhan solidaritas sosial tak mengalami resesi dan malah tumbuh berkembang," kata Anies.
Anies juga memberikan apresiasi khusus kepada jajaran PMI yang dinilai telah bergerak cepat, khususnya dalam hal penanganan COVID-19 di Ibu Kota sejak masa awal pandemi. "Utamanya kepada bapak Ketua Umum PMI, Bapak Muhammad Jusuf Kalla yang memulai dengan berbagai macam kegiatan PMI di wilayah DKI Jakarta sejak masa awal pandemi ini terjadi. Alhamdulillah manfaatnya kita rasakan terus sampai sekarang," pungkas Anies.
(wk/Bert)