Relawan Jokowi Siap Polisikan Najwa Shihab Gegara Viral Wawancara Kursi Kosong Menkes Terawan
Nasional

Relawan Jokowi Bersatu siap melaporkan Najwa Shihab yang dianggap telah mendiskreditkan sang presiden lewat aksi wawancara kursi kosong Menkes Terawan Agus Putranto.

WowKeren - Pekan lalu Indonesia dibuat geger dengan aksi jurnalis Najwa Shihab. Pasalnya Najwa menggelar agenda wawancara kursi kosong demi "menyindir" sosok Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang "menghilang".

Namun siapa menyangka bahwa aksi satirnya ini bakal berujung pada laporan ke pihak kepolisian? Dikutip dari Warta Kota, Tim Relawan Jokowi Bersatu rupanya berencana untuk melaporkan putri pendakwah Quraish Shihab itu ke Polda Metro Jaya pada Selasa (6/10).

"Pelaporan akan kami lakukan," kata Ketua Tim Relawan Jokowi Bersatu, Silvia Dewi Soembarto, Senin (5/10) sore. "Karena secara tidak langsung Najwa Shihab mendiskreditkan Presiden Jokowi melalui pembantunya, Menteri Kesehatan Terawan."

Bahkan Silvia menilai Najwa telah membuat narasi parodi lewat aksi tersebut. "Dan acara itu ditonton 269 juta rakyat Indonesia. Tentunya ini kurang baik bagi generasi dan masyarakat kita," terang Silvia, dilansir pada Selasa (6/10).


Silvia menilai, pelaporan yang direncanakannya ini merupakan upaya untuk melindungi Presiden Joko Widodo dari pihak-pihak yang akan mendiskreditkannya. Sedianya Najwa akan dilaporkan pada Selasa hari ini , meski untuk pasal dan alat buktinya masih akan dikonsultasikan ke pihak kepolisian.

Sebelumnya Najwa sendiri memang menegaskan telah menimbang masak-masak segala konsekuensi dari aksi wawancara kursi kosong itu. Najwa mengaku siap bila dianggap merundung hingga mempersekusi sang menteri.

Sebab menurut Najwa selama ini pihaknya sudah berupaya mendatangkan Terawan untuk menjawab segala pertanyaan dan keluhan rakyat soal penanganan pandemi COVID-19. Hampir tiap pekan undangan sudah dikirim namun nyatanya sang menteri tak juga berkenan hadir.

"Hampir tiap minggu selalu kirim undangan. Tiap episode soal pandemi," terang Najwa. "Pernah menjawab bahwa tidak bisa karena jadwal dan kemudian kami selalu menawarkan agar wawancara diatur menyesuaikan waktu dengan agenda Pak Terawan."

Sedangkan Kementerian Kesehatan berdalih bahwa saat ini Terawan memang sedang sangat disibukkan dengan kegiatan di lapangan. "Bapak sedang banyak jadwal ke lapangan. Ada waktunya Bapak akan menjelaskan semua," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Widyawati, Selasa (29/9).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts