DPR RI Minta Pemerintah Gratiskan Vaksinasi Corona Untuk Warga Tak Mampu
Nasional

Menurut anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDIP Rahmad Handoyo, vaksin gratis tersebut merupakan amanah konstitusi. Terutama untuk warga Indonesia yang kurang mampu.

WowKeren - Pemerintah Indonesia menargetkan vaksin virus corona (COVID-19) telah tersedia mulai November 2020. DPR RI lantas mendorong pemerintah untuk memberikan vaksinasi corona gratis demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19 lebih cepat.

Menurut anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDIP Rahmad Handoyo, vaksin gratis tersebut merupakan amanah konstitusi. Terutama untuk warga Indonesia yang kurang mampu.

"Ini kan amanah konstitusi negara memberikan pelayanan kepada kesehatan, apalagi di saat pandemi seperti ini. Sudah sewajarnya dan selayaknya negara hadir dengan memberikan pelayanan gratis. Dan itu juga sudah diberikan statement kepada khalayak nanti masyarakat yang tidak mampu, khususnya terutama peserta BPJS kesehatan akan mendapatkan layanan gratis," jelas Rahmad dilansir Kumparan pada Rabu (14/10). "Terutama saudara-saudara kita yang kurang beruntung dari sisi ekonomi dan memang sudah sepantasnya dan berkewajiban lah negara untuk membayar."


Selain itu, Rahmad juga menyebut bahwa masyarakat yang mampu secara ekonomi dapat membayar vaksin corona sendiri. "Kepada saudara-saudara kita untuk mandiri membeli vaksin bagi masyarakat yang punya dana atau punya rezeki yang berlebih dibandingkan yang lain. Saya kira diberi kesempatan ruang untuk membeli sendiri," terang Rahmad.

Mengingat jumlah vaksin corona juga masih terbatas di tahap pertama penyuntikkannya. Oleh sebab itu, Rahmad juga mendukung agar vaksinasi dilakukan kepada kelompok-kelompok prioritas terlebih dahulu. Seperti tenaga medis dan aparat keamanan yang berada di garis depan penanganan COVID-19, hingga kelompok rentan seperti lansia atau warga dengan penyakit komorbid.

"Cuma masalahnya kan nanti itu proses pengadaan vaksin terbatas, masih terbatas tahap pertama. Ini karena sumbernya terbatas, tentu saya lebih menekankan kepada yang terbatas ini untuk diberikan kepada skala prioritas," papar Rahmad. "Yang memiliki risiko tinggi orang tua kita, yang lansia. Kemudian para nakes, para saudara kita yang punya penyakit bawaan misalnya diabetes, jantung atau pun yang berisiko tinggi. Artinya negara memberikan prioritas kepada yang berisiko tinggi harapannya tentu mengurangi risiko fatalnya."

Di sisi lain, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sebelumnya telah menyatakan bahwa tenaga kesehatan dan masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi akan tetap mendapat vaksinasi COVID-19 secara gratis. "Mereka yang di garda terdepan dan peserta Penerima Bantuan Iuran alias PBI dalam BPJS Kesehatan akan ditanggung biaya vaksinnya oleh pemerintah," jelas Terawan beberapa waktu lalu.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait