Hasil Investigasi TGPF: Belum Ada Saksi Mata Penembakan Pendeta Yeremia
Nasional

Pelaku penembakan Pendeta Yeremia masih juga belum jelas berdasarkan hasil investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Alasannya tidak ditemukan saksi mata.

WowKeren - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD telah membongkar hasil penyelidikan kasus penembakan Pendeta Yeremia di Kabupaten Intan Jaya, Papua. Ia mengakui adanya keterlibatan oknum aparat dalam penembakan tersebut.

Hasil investigasi yang dilakukan oleh Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya sejak 1-17 Oktober telah menyimpulkan adanya dugaan oknum aparat. Meski demikian, Mahfud menyatakan tetap ada kemungkinan jika penembakan juga dilakukan oleh pihak ketiga.

Ketua TGPF Benny Mamoto menjelaskan jika pelaku belum bisa dipastikan karena tidak ada saksi mata yang melihat secara langsung peristiwa penembakan tersebut. Jasad Pendeta Yeremia sendiri ditemukan oleh sang istri yang curiga suaminya tak kunjung pulang ke rumah.

”Kemudian soal saksi mata, tugas tim ini sangat terbatas waktunya,” kata Benny saat jumpa pers di Kemenko Polhukam, Jakarta pada Rabu (21/10). “Sehingga kami maksimalkan olah TKP (tempat kejadian perkara) yang dua anggota menjadi korban, kemudian TKP Pendeta Yeremia, kemudian kami datang ke makam almarhum, ke kediaman almarhum.”


”Nah, sejauh ini, belum ada saksi mata yang melihat langsung kejadian,” sambungnya. “Yang ada adalah pasca kejadian, ketika sang istri nunggu suaminya nggak pulang-pulang, akhirnya ngecek ke kandang babi, ditemukan kondisi itu.”

Benny mengatakan pihaknya masih terus menunggu perkembangan selanjutnya apakah ada saksi mata atau tidak yang bisa menjelaskan peristiwa tersebut. Sejauh ini, TGPF akan terus membangun kepercayaan dengan keluarga Pendeta Yeremia demi mendapatkan informasi terbaru yang dapat membantu penyelidikan.

”Jadi, ketika terjadinya peristiwa, kami belum menemukan saksi itu, kita tidak tahu perkembangan berikutnya,” jelas Benny. “Karena kita juga setelah membangun trust (kepercayaan) dengan keluarga dan tokoh-tokoh setempat, mereka juga sepakat ingin memberikan informasi seandainya ada perkembangan, ini kita syukuri.”

Sebagai informasi, Pendeta Yeremia tewas ditembak pada September lalu. Terbunuhnya salah satu pemuka agama yang sangat dihormati di Kabupaten Intan Jaya, Papua itu langsung memicu gelombang protes terhadap pemerintah.

Protes tersebut muncul setelah keluarga dan warga setempat mengklaim Pendeta Yeremia ditembak oleh TNI. Sedangkan pihak TNI membantahnya dengan menyebut penembakan dilakukan oleh KKB.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait