Mahfud MD Bongkar ‘Dalang’ Penembakan Pendeta Yeremia Di Papua
Instagram/mohmahfudmd
Nasional

Menko Polhukam Mahfud MD membeberkan hasil penyelidikan dari TGPF Intan Jaya terkait kasus penembakan Pendeta Yeremia Zanambani di Papua. Siapa pelakunya?

WowKeren - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD akhirnya membeberkan hasil penyelidikan kasus penembakan Pendeta Yeremia Zanambani di Intan Jaya, Papua. Hasil penyelidikan ini didapatkan dari investigasi yang telah dilakukan oleh Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya sejak 1-17 Oktober.

Berkas laporan investigasi itu telah diserahkan oleh Ketua Tim Lapangan TGPF Intan Jaya Benny Mamoto ke Mahfud MD pada Rabu (21/10). Dalam laporan tersebut, Mahfud mengakui ada dugaan keterlibatan oknum aparat dalam penembakan yang menewaskan Pendeta Yeremia.

Hasil investigasi telah menyimpulkan adanya dugaan oknum aparat. Meski demikian, Mahfud menyatakan tetap ada kemungkinan jika penembakan juga dilakukan oleh pihak ketiga. Untuk memastikannya, ia menegaskan pemerintah akan segera menyelesaikan kasus penembakan tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku tanpa memandang bulu.

”Mengenai terbunuhnya pendeta Yeremia pada 19 September 2020,” kata Mahfud saat menggelar konferensi pers seperti dilansir dari CNNIndonesia, Rabu (21/10). “Info dan data yang didapat tim menunjukkan dugaan keterlibatan oknum aparat.”


”Baik pidana maupun administrasi negara sejauh menyangkut tindak pidana yang berupa kekerasan dan atau pembunuhan,” sambungnya. “Pemerintah meminta Polri dan Kejaksaan menyelesaikan sesuai hukum berlaku tanpa pandang bulu.”

Investigasi yang dilakukan oleh TGPF Intan Jaya juga memaparkan mengenai penembakan yang menewaskan dua anggota TNI dan satu warga sipil di Papua. Mahfud menyebut kedua anggota TNI dan seorang warga sipil tersebut tewas ditembak oleh anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Pelaku penembakan itu terungkap setelah TGPF melakukan investigasi di lapangan selama lima hari. Selain itu, TGPF juga melakukan wawancara terhadap 45 orang saksi demi mencari kebenaran mengenai peristiwa penembakan di Papua.

Sebagai informasi, Pendeta Yeremia tewas ditembak pada September lalu. Terbunuhnya salah satu pemuka agama yang sangat dihormati di Kabupaten Intan Jaya, Papua itu langsung memicu gelombang protes terhadap pemerintah.

Pasalnya, pelaku penembakan masih menjadi misteri. Pasalnya, pihak keluarga hingga warga di sekitar kejadian perkara mengklaim Pendeta Yeremia ditembak oleh TNI. Sedangkan pihak TNI membantahnya dengan menyebut penembakan dilakukan oleh KKB.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts