Isu Vaksin Corona Bisa Memperparah Gejala Infeksi, Peneliti Unpad Beri Jawaban
Getty Images/Kevin Frayer
Health
Vaksin COVID-19

Media sosial tengah dihebohkan dengan vaksin virus corona yang disebut justru bisa memperparah gejala infeksi jika tertular COVID-19, peneliti dari Unpad memberikan penjelasan.

WowKeren - Media sosial baru-baru ini tengah dihebohkan dengan isu efek samping dari vaksin virus corona. Efek samping ini mengacu pada antibody-dependent enhancement (ADE) saat pemberian vaksin COVID-19.

Vaksin virus corona dinilai dapat membuat seseorang mengalami gejala parah jika suatu saat terinfeksi COVID-19. Hal itu dipicu oleh ADE yang dinilai dapat memperkuat infeksi sehingga menyebabkan gejala yang lebih parah.

Isu tersebut kemudian mendapatkan tanggapan dari Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Kusnandi Rusmil. Kusnandi yang juga merupakan Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 menjelaskan fenomena ADE sejauh ini tidak terbukti menjadi efek samping vaksin virus corona.


Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, Kusnandi mengatakan jika ADE merupakan sebuah fenomena yang terjadi jika kuman penyakit memiliki lebih dari satu antigen. Sedangkan virus corona sendiri hanya memiliki satu antigen sehingga tidak mungkin terjadi ADE.

”ADE ini adalah fenomena yang terjadi kalau kuman penyakitnya itu mempunyai antigen lebih dari satu,” kata Kusnandi dalam konferensi pers Kelanjutan Uji Klinis Vaksin COVID-19 seperti dilansir dari Detik, Rabu (21/10). “Kan kalau dari virus COVID ini antigennya satu.”

Lebih lanjut Kusnandi menjelaskan virus apa saja yang mengalami fenomena ADE. Menurutnya, sejauh ini fenomena ADE baru terlihat pada virus demam berdarah saja.

Kusnandi mengakui jika fenomena ADE memang ditemukan pada kasus MERS, SARS, Ebola, dan HIV. Namun, penemuan itu hanya terjadi di in silico (simulasi komputer) dan in vitro (percobaan di cawan petri laboratorium).

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts