Dik Doank menghadapi masalah hukum terkait sengketa tanah tempat berdirinya Kandank Jurank Doank. Dik Doank pun terancam tuntutan miliaran rupiah dari pihak ahli waris.
- Amelia Nur Fatimah
- Kamis, 22 Oktober 2020 - 19:22 WIB
WowKeren - Sejak beberapa bulan lalu, musisi dan presenter senior, Dik Doank, tengah menghadapi kasus hukum. Sekolah alamnya, Kadank Jurank Doank diklaim oleh seorang ahli waris bernama Madi Kenin sebagai miliknya.
Perkara itu pun telah didaftarkan pihak penggugat, ahli waris Madi Kenin, ke Pengadilan Negeri Tangerang. Mereka menuntut agar Dik Doank membayar tanah seluas 2.540 meter persegi. "Mereka minta Rp 5,5 miliar," ungkap Deddy DJ selaku kuasa hukum Dik Doank saat dihubungi pada Kamis (22/10) dilansir dari Suara.com.
Namun saat sidang kembali berlangsung kemarin dengan agenda mediasi, pihak penggugat menurunkan tuntutannya. "Minta 50 persen dari lokasi Kandank Jurank Doank. Berarti dari 2.500 meter persegi, kalau setengahnya sekitar 1.250 dengan harga Rp 2,5 miliar," jelasnya.
Menanggapi tuntutan itu, Dik Doank pun pasrah. Sebab kalaupun harus mengganti, ia tak memiliki uang sebanyak itu. Kepada Deddy, Dik Doank blak-blakan soal kondisi keuangannya.
"Dari sisi keuangan saya bukan orang yang mampu. Jadi bagaimana saya mau mengganti Rp 2,5 miliar? Saya ini cuma orang cukup. Cukup menafkahi istri dan anak. Jujur, di tabungan pun, saya nggak sampai uang segitu. Paling hanya Rp 50 juta untuk bertahan sama anak-anak," ucap Deddy DJ mengulangi pernyataan dari Dik Doank.
Untuk itu, Dik Doank bersama tim kuasa hukumnya akan bertempur mempertahankan hak mereka. Sebab presenter 52 tahun ini punya bukti kepemilikan tanah tersebut. "Om Dik Doank ini beli tanah 20 tahun lalu dari lima orang yang berbeda. Ada yang sudah sertifikat dan masih AJB," kata Deddy DJ.
Dik Doank telah memutuskan menolak gugatan dan memperjuangkan sekolah alam tersebut. Pasalnya di atas tanah tersebut berdiri fasilitas untuk anak-anak yang membutuhkan. Untuk itu, Deddy bersama Dik Doank merasa harus berjuang atas tanah tersebut.
"Dia (Dik Doank) bilang, yang digugat oleh mereka itu bukan tempat tinggal saya. Tapi tempat di mana anak-anak fakir miskin, orang tidak mampu mendapat ilmu," pungkas Deddy DJ.
(wk/amel)