Satgas Ungkap Tren Kasus Aktif COVID-19 Indonesia Turun Drastis, Kini Tinggal 16,9 Persen
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Menurut Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, penurunan kasus aktif corona telah terjadi secara drastis sejak awal pandemi pada bulan Maret 2020 lalu.

WowKeren - Kasus aktif virus corona (COVID- 19) di Indonesia terus menunjukkan penurunan. Adapun kasus aktif ini berarti jumlah kumulatif kasus COVID- 19 dikurangi jumlah pasien yang telah sembuh dan meninggal dunia.

Menurut Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, penurunan kasus aktif corona telah terjadi secara drastis sejak awal pandemi pada bulan Maret 2020 lalu. Awalnya, rata-rata kasus aktif COVID-19 di Tanah Air sangat tinggi dan mencapai 91,26 persen.

"Persentase kasus aktif di Indonesia terus mengalami penurunan sejak awal pandemi. Pada bulan Maret (2020) rata-rata kasus aktif berada di angka 91,26 persen, sangat tinggi," terang Wiku pada Kamis (22/10). "Kemudian ini terus mengalami penurunan."

Setelah itu, Wiku mengungkapkan bahwa angka tersebut menurun jadi 81,57 persen pada bulan April. Kemudian menurun lagi menjadi 71,35 persen pada bulan Mei dan menjadi 57,25 persen pada bulan Juni.


Setelah itu, pada bulan Juli rata-rata kasus aktif COVID-19 turun jadi 44,02 persen, dan kembali menurun pada bulan Agustus jadi 28,26 persen. Kemudian pada September turun lagi menjadi 23,74 persen, dan data terbaru per 22 Oktober 2020 kasus aktif sudah tinggal 16,8 persen.

Penurunan kasus aktif yang terus terjadi dari bulan ke bulan dengan cukup drastis itu disebut Wiku sebagai perkembangan yang sangat baik. Wiku yang juga merupakan Koordinator Tim Pakar Satgas COVID-19 itu berharap agar kasus aktif dapat terus ditekan hingga semua pasien dinyatakan sembuh.

"Kasus aktif, harapannya dapat terus menurun dan ditekan hingga tidak ada kasus aktif sama sekali hingga semuanya sembuh," jelas Wiku. "Kasus aktif dapat ditekan dengan meminimalisir penularan dan seluruh lapisan masyarakat dapat berkontribusi melaksanakan protokol kesehatan yaitu jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan."

Sementara itu, jumlah kumulatif kasus COVID-19 di Indonesia per Kamis (21/10) kemarin mencapai 377.541 kasus. Dari jumlah tersebut, 301.006 pasien telah dinyatakan sembuh sementara 12.959 pasien lainnya dilaporkan meninggal dunia.

"Jumlah kasus sembuh hari ini sudah menembus 300 ribu, yaitu 301.006 orang, ini adalah kabar baik," pungkas Wiku. "Angka persentasenya adalah 79,7 persen dan angka kasus sembuh ini lebih tinggi dari kasus angka sembuh dunia, yaitu 75,1 persen."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts