BNN Ungkap Modus Unik Penyelundupan Narkoba di Masa Pandemi Corona
Nasional

Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari menjelaskan bahwa pihaknya terus mewaspadai peredaran dan transaksi narkoba dari luar negeri yang dilakukan di daerah.

WowKeren - Pengedar narkoba kini memiliki modus unik dengan memanfaatkan situasi pandemi virus corona (COVID- 19). Hal ini diungkapkan oleh Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari.

Menurut Arman, narkoba kini diedarkan dengan cara seolah-olah mengirimkan bantuan logistik sembako. Arman menyebut cara ini dilakukan oleh sindikat internasional maupun lokal.

"Melakukan transaksi narkoba menggunakan transportasi yang seolah-olah untuk membantu masyarakat dengan menggunakan angkutan logistik sembako," jelas Arman pada Kamis (22/10). Arman menjelaskan bahwa para pengedar biasanya mencampur narkoba dengan sejumlah hasil pertanian atau perkebunan seperti jagung, pisang, atau beras.

Arman lantas menegaskan bahwa BNN terus mengawasi proses produksi barang haram tersebut sejak awal. BNN dipastikan akan terus mengantisipasi modus baru dalam peredaran narkoba di Tanah Air.


Salah satunya adalah pengiriman narkoba dengan menggunakan jasa ekspedisi. "Modus operandi baru yang perlu kita antisipasi yaitu pengiriman- pengiriman narkotika walau kuantitas kecil tapi sering dengan gunakan jasa pos dan ekspedisi," ungkap Arman.

Selain itu, Arman juga mengungkapkan bahwa BNN terus mewaspadai peredaran dan transaksi narkoba dari luar negeri yang dilakukan di daerah. BNN sendiri disebut telah memusnahkan barang bukti berupa 139 kilogram sabu, dan 77 butir tablet yang terdiri dari ekstasi, metilon, serta yaba.

Menurut Arman, pemusnahan barang bukti yang disita tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban BNN terhadap masyarakat. "Jadi tidak ada lagi kecurigaan dan peluang dari personel kita bahwa ada kecurigaan barang bukti bisa disalahgunakan, dipakai sendiri, atau diperjualbelikan," pungkas Arman.

Sebelumnya, BNN Provinsi Jawa Tengah sempat menemukan 200 gram sabu dan 500 butir ekstasi yang diselundupkan menggunakan mobil pengangkut sembako bansos pada Mei 2020 lalu. Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Benny Gunawan menerangkan bahwa pelaku menggunakan boneka sebagai media untuk meletakkan narkoba untuk kemudian dibawa ke luar kota dengan mobil pick up yang mengangkut sembako.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts