Dicopot Dari Dirjen Kemenkes, Achmad Yurianto ‘Banting Setir’ Jabat Ini
Nasional

Achmad Yurianto baru saja dicopot dari Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes. Sebagai gantinya, ia sekarang berganti pekerjaan dengan jabatan ini.

WowKeren - Achmad Yuriantro telah dicopot dari jabatannya sebagai Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hal ini diungkapkan langsung oleh Yurianto pada Jumat (23/10).

Sebagai gantinya, Yurianto kini menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Kesehatan (Menkes) bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi. Ia mulai menjabat sebagai staf ahli Menkes Terawan Agus Putranto mulai pukul 14.30 WIB hari ini.

Pengangkatan Yurianto ini berdasarkan surat keputusan presiden karena posisi dirinya adalah pejabat PNS eselon I. Mantan Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 ini baru genap satu tahun menjabat sebagai Dirjen P2P Kemenkes, yakni mulai 9 Maret 2019.

”Betul (dicopot dari Dirjen Kemenkes),” kata Yurianto seperti dilansir dari CNNIndonesia, Jumat (23/10). “Ini kan mutasi biasa (soal pencopotan jabatannya).”


Hal tersebut dibenarkan oleh Sekjen Kemenkes Oscar Primadi. Ia mengatakan rotasi jabatan adalah hal yang biasa, apalagi selama pandemi virus corona. “Kita memandang ini hal yang biasa. Ingin mengoptimalkan covid-19 ini agar bisa lebih fokus,” jelas Oscar.

Yurianto sendiri selama ini telah malang melintang sebagai dokter militer. Pria kelahiran Malang, 11 Maret 1962 ini mulai bergabung ke Kementerian Kesehatan mulai tahun 2015 silam.

Yurianto merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Ia kemudian memulai kariernya sebagai dokter militer tepatnya sebagai Perwira Utama Kesehatan Daerah Militer V Brawijaya pada 1987.

Selanjutnya pada tahun 2015, Yuri diminta Menteri Kesehatan yang saat itu dijabat Nila Moeloek untuk menempati posisi Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes. Pada 2019, ia kemudian dipercaya menjadi Sesditjen P2P.

Tak hanya menjabat Staf Ahli Menkes bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi, Yurianto juga tercatat mendaftar sebagai calon anggota Direksi BPJS Kesehatan periode 2021-2026. Nantinya, ia akan bersaing dengan 183 orang pendaftar lainnya yang lolos seleksi administrasi pendaftaran.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts