Terungkap, Ini Daftar Gejala ‘Populer’ Pasien Corona Di DKI Jakarta
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Bappenas dan tim epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menemukan gejala virus corona yang paling sering dikeluhkan oleh pasien. Apa saja?

WowKeren - Penelitian terbaru menemukan gejala virus corona yang paling sering dikeluhkan oleh pasien COVID-19 di DKI Jakarta. Temuan ini didapatkan dari studi analisis yang dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dengan tim epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI).

Setiap orang dinilai memiliki respons dan reaksi yang berbeda saat terinfeksi virus corona. Sejauh ini, ada pasien COVID-19 yang mengalami gejala ringan, sedang, berat, dan bahkan ada yang tidak bergejala sama sekali.

Studi yang dilakukan oleh Bappenas dan FKM UI lantas menganalisa mengenai beberapa gejala virus corona yang sering dialami pasien di DKI Jakarta. Temuan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan rujukan untuk memberikan gambaran mengenai pasien COVID-19 di Indonesia.

”COVID-19 itu bukan flu, bukan ISPA (infeksi saluran pernapasan akut),” ujar ahli epidemiologi FKM UI Pandu Riono dalam webinar Bappenas di kanal YouTube, Jumat (23/10). “Jadi gejalanya sangat bervariasi bahkan sebagian besar tidak bergejala.”

Pandu lantas membeberkan ada 13 gejala virus corona yang paling sering dialami oleh pasien di DKI Jakarta. Berikut merupakan gejala hingga jumlah kasus COVID-19 yang kerap dirasakan pasien virus corona di ibu kota Indonesia:

1. Batuk: 3.512 kasus COVID-19

2. Demam: 2.680 kasus COVID-19

3. Malaise atau tidak enak badan: 2.036 kasus COVID-19

4. Pneumonia: 1.765 kasus COVID-19

5. Sesak napas: 1.657 kasus COVID-19

6. Sakit kepala: 1.483 kasus COVID-19


7. Flu: 1.412 kasus COVID-19

8. Mual-muntah: 1.356 kasus COVID-19

9. Sakit tenggorokan: 1.314 kasus COVID-19

10. Nyeri otot: 1.007 kasus COVID-19

11. Sakit perut: 631 kasus COVID-19

12. Menggigil: 615 kasus COVID-19

13. Diare: 480 kasus COVID-19

Pandu menjelaskan gejala virus corona yang dialami setiap pasien sangatlah beragam. Sebagai contoh, ada satu pasien yang hanya mengalami satu gejala saja. Namun, ada juga yang mengalami beberapa gejala COVID-19 sekaligus.

Dari hasil penelitian, Pandu mengungkapkan jika pasien virus corona yang meninggal dunia kebanyakan merasakan sesak napas. Persentase pasien meninggal COVID-19 dengan gejala sesak napas mencapai 22,1 persen dari jumlah pasien yang mengeluhkan gejala tersebut.

”Paling tinggi pneumonia dan sesak yang mendorong orang harus dirawat di rumah sakit,” jelas Pandu. “Dan masuk ICU untuk mendapat bantuan napas dengan ventilator.”

Pandu menegaskan penelitian yang dilakukan timnya tersebut bertujuan untuk membantu menurunkan angka kematian akibat virus asal Wuhan, Tiongkok tersebut. Apalagi, kasus kematian di Indonesia paling tinggi disumbang oleh pasien bergejala COVID-19.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts