Jeritan Pedagang Harga Mangga Babak Belur Pecah Rekor, Ini Sebabnya
Unsplash/HOTCHICKSING
Nasional

Para pedagang mengeluhkan harga buah mangga yang sekarang babak belur hingga dinilai memecahkan rekor terburuk saat masuk di puncak musim panen tahun ini. Apa sebabnya?

WowKeren - Harga mangga dilaporkan mulai semakin anjlok saat memasuki musim panen. Hal ini dibenarkan oleh seorang pedagang yang setiap hari menempuh perjalanan empat jam dari Ponorogo, Jawa Timur ke Yogyakarta untuk mengirimkan mangga segar.

Pedagang yang bernama Maryanto ini mengaku dalam beberapa pekan terakhir kerap bolak balik Ponorogo-Yogya untuk membawa mangga segar. Biasanya, ia kerap membawa mangga seberat 7 ton dengan truknya.

Pria berusia 55 tahun ini mengatakan jika mangga memang menjadi salah satu komoditas buah yang paling mendominasi di lapak-lapak buah di Pasar Induk Buah dan Sayur Ambarketawang, Gamping, Sleman. Pengiriman mangga pun semakin besar mengingat sekarang hingga bulan November akan menjadi puncak musim panen di Ponorogo.

Menurut Maryanto, hasil panen mangga di tahun ini cukup besar meskipun intensitas hujan tidak tinggi. Sayang, besarnya hasil panen tersebut berbanding terbalik dengan harga jual mangga yang sangat anjlok. Satu kilo mangga hanya dihargai sebesar Rp3-4 ribu.

“Mengirim Mangga arumanis mas, dari Ponorogo,” ujar Maryanto seperti dilansir dari Kumparan, Sabtu (24/10). “Dari petani paling sekilo cuman Rp 3 ribu, Rp 4 ribu.”


Hal serupa juga diungkapkan oleh salah seorang penjual buah di salah satu lapak di Pasar Induk Buah dan Sayur Gamping, Sabiq Khoiron. Ia menyebut jika anjloknya harga buah saat musim panen memang bukan hal yang mengejutkan. Namun, tahun ini harga mangga dinilai memecahkan rekor terburuk dari tahun-tahun sebelumnya.

Sabiq mengungkapkan harga mangga menjadi babak belur imbas pandemi virus corona. Dampak pandemi yang telah memperpuruk perekonomian membuat harga mangga menjadi jatuh bebas sehingga para pedagang kesulitan memasarkan stok buahnya.

”Dari musim-musim sebelumnya, penurunan paling parah musim ini,” ujar Sabiq. “Penjualannya kurang cepet, padahal harganya sudah turun drastis. Mungkin karena pengaruh COVID juga kan, enggak selesai-selesai.”

”Biasanya kan turunnya dikit, umpama dari Jawa Barat harga masih Rp 15 ribu ke atas, mangga Jawa Timur paling turunnya Rp 8 ribu atau Rp 9 ribu,” sambungnya. “Sekarang sudah turun banget nyampe Rp 5 ribu, Rp 6 ribu.”

Harga mangga di awal musim biasanya masih tinggi sekitar Rp 25 ribu sampai Rp 28 ribu per kilogram untuk jenis arumanis dengan kualitas terbaik. Namun akibat pandemi, mangga dengan kualitas sama hanya terjual di kisaran Rp 8 ribu sampai Rp 9 ribu per kilogram saja.

Sementara itu, untuk mangga dengan kualitas di bawahnya disebut Sabiq hanya bisa dijual dengan harga di angka Rp 5 ribu sampai Rp 6 ribu saja. Hal ini berbanding terbalik di tahun-tahun sebelumnya, dimana harga mangga dengan kualitas paling rendah bisa dijual sebesar Rp 8 ribu sampai Rp 10 ribu.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts