Waduh! Komodo Diprediksi Punah 30 Tahun Lagi, Ini Penyebab Utamanya
AFP/Getty Images/Romeo Gacad
Nasional
Proyek Jurrasic Park di Pulau Komodo

Peneliti Australia memprediksi jika komodo akan mengalami penurunan populasi secara signifikan. Bahkan, kadal raksasa tersebut terancam punah pada 2050. Ini penyebab utamanya.

WowKeren - Hewan komodo saat ini tengah menjadi sorotan masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan oleh foto viral komodo yang tengah menghadang sebuah truk proyek di kawasan proyek pembangunan wisata Jurassic Park di Taman Nasional Komodo, Pulau Rinca, NTT.

Foto tersebut langsung menuai kontroversi karena menunjukkan ancaman perusakan habitat komodo dengan pembangunan kawasan wisata. Ramainya pembahasan mengenai komodo ini membuat sejumlah penelitian mengenai kadal raksasa tersebut terus bermunculan.

Peneliti dari Australia misalnya telah memprediksi komodo akan mengalami penurunan populasi secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Bahkan, peneliti memprediksi komodo akan punah pada tahun 2050 mendatang.

Dilansir dari jurnal Ecology and Evolution, ancaman kepunahan komodo itu disebabkan oleh dampak perubahan iklim yang terus terjadi. Penelitian yang dipimpin oleh Alice Jones dari Universitas Adelaide ini menemukan prediksi ini dengan menggunakan data pemantauan komodo yang ekstensif, iklim, dan proyeksi perubahan permukaan laut.

Data-data tersebut kemudian digunakan untuk membangun model demografis yang eksplisit secara spasial untuk meneliti nasib spesies komodo. Selanjutnya, model tersebut digunakan untuk memproyeksikan jangkauan dan kelimpahan spesies di masa depan di bawah berbagai skenario perubahan iklim.


Hasil penelitian tersebut mengungkapkan jika akan terjadi pengurangan habitat komodo sebesar 8-87 persen pada tahun 2050. Akibatnya, akan terjadi penurunan populasi komodo sebesar 27-99 persen di seluruh rentang spesies komodo.

Lebih lanjut Jones menyoroti salah satu habitat terbesar komodo yang berada di kawasan Taman Nasional Komodo, NTT. Menurutnya, kawasan tersebut sangat penting dan krusial bagi kelangsungan hidup komodo agar tidak mengalami kepunahan. Ia lantas memperingatkan pemerintah untuk melakukan tindakan konservasi di Pulau Komodo maupun Pulau Rinca.

”Komodo akan mengalami penurunan populasi yang dramatis dan kemungkinan kepunahan karena pemanasan global pada tahun 2050,” ujar Jones dalam penelitiannya. “Kami sangat menganjurkan agar lembaga konservasi nasional dan provinsi bertindak sekarang untuk mengatasi dampak perubahan iklim yang akan datang di pulau-pulau dalam jangkauan komodo.”

”Mengingat bahwa kawasan lindung di pulau Komodo dan Rinca kemungkinan akan menjadi habitat bagi komodo di masa depan,” sambungnya. “Dampak perubahan iklim pada spesies pulau tropis dapat diperburuk karena spesies tropis sangat rentan terhadap peningkatan suhu yang terkait dengan pemanasan global.”

Spesies komodo yang berada di wilayah pulau endemik tropis seperti Indonesia dinilai sangat rentan terhadap perubahan global. Meski demikian, Jones menjelaskan jika spesies komodo di kawasan tersebut biasanya memiliki ciri khas tersendiri untuk bertahan hidup.

Contoh ciri khas komodo di pulau endemik adalah tingkat penyebaran yang rendah, ukuran populasi yang kecil, dan heterozigositas yang rendah. Selain itu, komodo juga memiliki tingkat adaptasi lokal yang kuat, yang kemudian membatasi respon ekologi dan evolusi yang diperlukan untuk melawan perubahan lingkungan yang cepat.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts