KAI Catat 9.000 Lebih Orang Tinggalkan Jakarta Jelang Libur Panjang, Jumlah Masih Bisa Nambah
Instagram/keretaapikita
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Hal itu dikarenakan, tiket KA jarak jauh yang sudah terjual hingga saat ini mencapai 9.284 orang. Lalu belum lagi penumpang yang akan membeli tiket saat hari H keberangkatan

WowKeren - Masyarakat berbondong-bondong menyambut datangnya libur panjang. Diketahui, pemerintah telah memberikan cuti bersama pada 28 dan 30 Oktober terkait hari libur Maulid Nabi Muhammad yang jatuh pada Kamis (29/10).

Tiga hari libur tersebut berlanjut ke Sabtu-Minggu yang merupakan hari akhir pekan. Sehingga tak pelak hal ini pun berimbas pada melonjaknya jumlah penumpang kereta api, terutama yang berasal dari kota besar.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) daerah operasional (Daop) 1 Jakarta mencatat peningkatan jumlah penumpang mulai Selasa (27/10). Dilansir CNN Indonesia, Rabu (28/10), Sebanyak 9.374 penumpang telah diberangkatkan dari Stasiun Gambir, Pasar Senen dan Jakarta Kota.

Namun, jumlah ini masih terus bertambah. KAI memprediksi hal itu dikarenakan, tiket KA jarak jauh yang sudah terjual hingga saat ini mencapai 9.284 orang. Jumlah ini sekitar 95 persen dari ketersediaan tempat duduk sebanyak 9.714 orang. Lalu belum lagi penumpang yang akan membeli tiket saat hari H keberangkatan.


"Angka ini masih akan bertambah," kata Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa masih dilansir CNN Indonesia. "Mengingat penjualan tiket dilakukan secara online dan go show sebelum 3 jam keberangkatan KA."

Kendati jumlah penumpang mengalami lonjakan, tiket perjalanan yang terjual masih jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan saat sebelum pandemi. Hal itu disebabkan karena adanya kebijakan pemerintah yang membatasi maksimal sebanyak 70 persen kapasitas penumpang.

Dengan adanya kebijakan itu maka bisa mendukung penerapan protokol jaga jarak untuk mencegah penyebaran COVID-19. "Hal ini dilakukan agar penjagaan jarak fisik antar penumpang di kereta untuk protokol kesehatan tetap dapat diterapkan," sambung Eva.

Meningkatnya jumlah penumpang membuat KAI harus menambah jumlah KA yang beroperasi. Selain itu, KAI juga mengimbau agar calon penumpang yang melakukan rapid test di stasiun, datang pada H-1 keberangkatan. "Untuk menghindari resiko tertinggal KA mengingat antrean rapid tes di Stasiun cukup padat," ujarnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts