Alur Sedang Difinalisasi, Vaksinasi COVID-19 Bakal Digelar Desember?
Nasional

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan, roadmap atau peta jalan vaksinasi COVID-19 masih dalam tahap finalisasi oleh pemerintah.

WowKeren - Pemerintah hingga saat ini terus menggencarkan ketersediaan vaksin COVID-19. Tak hanya itu, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan, roadmap atau peta jalan vaksinasi COVID-19 masih dalam tahap finalisasi.

Pemerintah mempertimbangkan berbagai hal dalam menyusun roadmap. "Dengan berbagai pertimbangan seperti ketersediaan vaksin, jumlah penduduk, wilayah berisiko, tahapan pemakaian dan indeks pemakaian," ujar Wiku dikutip dari siaran pers Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Rabu (4/11).

"Selain itu, roadmap mencakup perkiraan skema platform vaksin dan sasaran klaster kelompok, estimasi kebutuhan dan rencana pemberian vaksin," lanjutnya.

Untuk mencapai efektivitas vaksin yang maksimal, roadmap juga memperhatikan cold chain atau rantai dingin vaksin, dan kapasitas SDM yang melibatkan beberapa jenis tenaga kesehatan termasuk, vaksinator. Kemudian, telah disiapkan jejaring layanan untuk menjamin aliran distribusi dengan melibatkan lintas sektor.


Wiku kemudian menyebutkan jika pemerintah telah mengkaji hal-hal penting lainnya yang tidak boleh diabaikan dalam persiapan vaksinasi nasional. Hal itu bertujuan memastikan keamanan dan ketersediaan serta mekanisme penyuntikan vaksin dengan melibatkan pendapat dari berbagai elemen baik lintas kementerian dan lembaga.

"Kehadiran vaksin adalah angin segar untuk kita semua, tetapi hingga vaksin siap," terangnya. "Meskipun vaksin sudah ada dan siap, kita pastikan masyarakat dan pemerintah mematuhi protokol 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sebagai upaya pencegahan primer."

Sementara itu, Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 dari Universitas Padjajaran, Kusnandi Rusmil, telah memastikan jika sejauh ini vaksin Corona Sinovac aman. Kusnandi menegaskan tidak ada hal-hal menakutkan atau membahayakan yang terjadi kepada relawan.

Kalaupun ada peserta uji klinis yang mengundurkan diri, imbuhnya, karena alasan pindah kerja atau sakit dan bukan diakibatkan efek negatif vaksin. "Kami sudah melakukan penyuntikan 1.590 sekian untuk suntikan kedua," kata Kusnandi, Selasa (3/11). "Tidak kami temukan hal-hal menakutkan, paling panas dan demam dalam 2 hari hilang."

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait