Dari sejumlah penelitian yang dilakukan selama ini, diprediksi jika pandemi ini akan berlangsung hingga 2022. Bahkan ada yang memprediksi pandemi bisa bertahan sampai 2024
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 04 November 2020 - 15:29 WIB
WowKeren - Hingga kini belum ada yang mengetahui kapan pandemi COVID-19 sedianya akan berakhir. Sebab, untuk vaksinnya saja saat ini masih dalam proses pengembangan.
Virus penyebab COVID-19 bisa dibilang masih baru dalam dunia pengetahuan manusia. Sehingga masih diperlukan banyak penelitian untuk mengetahui seluk beluk virus corona jenis baru ini.
Oleh sebab itu, cara yang bisa dilakukan untuk melindungi diri dan orang lain dari penyebaran virus ini adalah dengan terus menerapkan protokol pencegahan secara ketat. Kepala bidang Pencegahan, Mitigasi, dan Kesiapsiagaan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Ina Agustina Isturini meminta masyarakat untuk tetap waspada. Ia menyebut ada kemungkinan jika pandemi ini akan berlangsung lama.
"Kenapa kita harus tetap waspada terhadap COVID-19? Karena, pertama ini adalah virus baru," kata Ina dalam diskusi virtual, Rabu (4/11). "Belum banyak yang kita ketahui tentang virus ini, obat dan vaksin masih diteliti. Dan kemungkinan akan berlangsung lama."
Dari sejumlah penelitian yang dilakukan selama ini, diprediksi jika pandemi ini akan berlangsung hingga 2022 mendatang. Seperti penelitian yang dilakukan oleh World Health Organization, Harvard University, dan Tiongkok.
"Sejumlah penelitian baik itu WHO juga sudah menyatakan bahwa kita akan bertemu dalam jangka waktu lama," sebutnya. "Kemudian peneliti dari Harvard maupun dari China bahwa semuanya menunjukkan bahwa (pandemi) ini akan berlangsung lama."
Bahkan ada penelitian yang memprediksi jika pandemi bisa jadi akan bertahan sampai 2024 mendatang. "Bisa ada yang menyatakan sampai tahun 2022, ada menyampaikan sampai bisa sampai 2024," ujarnya melanjutkan.
Sebelum corona, dunia pernah dilanda pandemi Flu Spanyol. Ina menuturkan pandemi ini waktu berlangsung sampai 3 tahun lamanya. "Pada Spanish Flu pada tahun 1900-an ya, 1918 ya itu berlangsung sekitar 3 tahunan ya. Sehingga memang ini akan berlangsung lama," tuturnya.
Virus corona, bisa menyebar dengan sangat cepat. Hanya dalam waktu beberapa bulan saja, seluruh dunia telah mencatat 50 juta kasus. "Lalu, Indonesia sudah lebih dari 400 ribu. Bahwa ini menunjukkan bahwa virus ini sangat cepat," tambahnya lagi.
(wk/zodi)