John Legend Sindir Trump yang Klaim Kemenangan di Pilpres AS
Selebriti
Pilpres AS 2020

Sebelumnya, Trump memang mengklaim kemenangannya dan menuduh ada indikasi kecurangan penghitungan surat suara karena kalah unggul dibanding pesaingnya, Joe Biden.

WowKeren - Musisi John Legend secara terbuka mengolok-olok capres petahana Donald Trump yang mengklaim memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat 2020. Melalui akun media sosial miliknya, suami Chrissy Teigen tersebut menyindir Trump dengan cara mengajak penggemar untuk mengklaim sesuatu yang tidak dimiliki.

"Mari kita semua mengklaim hal-hal yang tidak kita miliki. Apa yang kalian punya," kicau John Legend dengan mengutip ulang cuitan klaim kemenangan Trump di Twitter.

Cuitan pelantun "All of Me" tersebut rupanya berhasil menarik perhatian penggemar. Bahkan hingga berita ini ditulis, ada lebih dari 6 ribu komentar yang membalas cuitan musisi bersuara merdu tersebut.

Selama ini John Legend dan istrinya, Chrissy Teigen, memang dikenal sebagai tokoh yang kerap melontarkan kecaman sengit terhadap Trump. Dalam sebuah wawancara dengan USA Today, Chrissy pernah terang-terangan mengaku tidak menyukai Trump sejak lama dan ia bangga untuk melakukannya.

"Aku sebenarnya telah menjadi orang yang sangat membenci Trump dalam waktu yang lama. Aku akan melakukan ini selamanya dan aku bangga karenanya," tutur Chrissy kala itu.


Sebelumnya, Trump memang mengklaim kemenangannya dan menuduh ada indikasi kecurangan dan mendesak penghentian penghitungan surat suara, setelah banyaknya versi penghitungan suara yang memberikan kemenangan kepada pesaingnya dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Dalam pidato dari Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa dia mendesak agar seluruh penghitungan suara segera dihentikan karena ada indikasi kecurangan. Ia pun menyatakan akan membawa indikasi kecurangan itu ke Mahkamah Agung Amerika Serikat untuk menganulir perhitungan suara yang sudah dilakukan.

"Kita benar-benar memenangkan pemilihan ini," kata Trump dalam pidatonya. "Ini adalah momen yang sangat besar, kami akan pergi ke Mahkamah Agung, kami ingin semua pemungutan suara dihentikan."

Hingga saat ini, penghitungan masih berlangsung. Sejauh ini hasil pemungutan suara sudah diumumkan di sejumlah negara bagian. Suara elektoral Biden masih lebih tinggi dibandingkan Trump. Joe Biden meraup 264 suara elektoral, sementara Trump mengantongi 214 suara elektoral.

Pemenang pemilu ditentukan melalui sistem yang disebut electoral college. Masing-masing dari 50 negara bagian, ditambah Washington DC, diberi jumlah suara elektoral dengan total 538 suara. Negara bagian yang lebih padat mendapatkan lebih banyak suara dari perguruan tinggi elektoral daripada yang lebih kecil.

Seorang kandidat harus memenangkan 270 suara elektoral (50 persen plus satu) untuk memenangkan pemilihan. Di setiap negara bagian kecuali dua, Maine dan Nebraska, kandidat yang mendapatkan suara terbanyak memenangkan semua suara dari electoral college pemilihan negara bagian.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts