Kondisi udara yang terasa gerah di Yogyakarta bersamaan dengan meningkatnya aktivitas Gunung Merapi sehingga sejumlah warga menilai kedua fenomena tersebut saling berkaitan.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 09 November 2020 - 16:32 WIB
WowKeren - Suhu udara di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) beberapa hari belakangan terasa lebih panas dari biasanya. Kondisi ini membuat sebagian orang mengaitkannya dengan aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang kian meningkat.
Diketahui, BPPTKG telah menaikkan status Gunung Merapi dari level II (waspada) menjadi level III (siaga) pada Kamis (5/11). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika pun buka suara mengenai suhu yang membuat masyarakat merasa gerah itu.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas menyebut jika suhu yang tinggi disebabkan karena faktor meteorologis. Menurutnya, kondisi ini dipicu oleh fenomena equinox, yakni fenomena ketika matahari berada tepat di garis khatulistiwa yang terjadi pada tanggal 23 September.
"Posisi matahari saat berada di garis khatulistiwa (equinox) sebenarnya terjadi pada 23 September 2020," kata Reni, Senin (9/11). "Namun, saat matahari berada di atas lintang nol derajat (khatulistiwa) tersebut justru suhu udara di DIY belum meningkat."
Kala itu, posisi matahari masih berada di utara Pulau Jawa dengan sudut datang sinar matahari masih miring. "Sementara Yogya berada di lintang sekitar 8 derajat," jelasnya.
Lalu ketika memasuki bulan November, posisi matahari bergeser ke selatan Jawa. Akibatnya, fenomena ini membuat Pulau Jawa menerima intensitas radiasi matahari lebih tinggi dibandingkan saat equinox.
Selain fenomena equinox, faktor lain yang menyebabkan udara terasa gerah adalah kondisi cuaca yang cerah. Pada saat cuaca cerah, awan yang ada relatif sedikit bahkan ada kalanya tidak ada sama sekali. Faktor inilah yang menyebabkan hampir tidak adanya penghalang sinar matahari yang masuk ke bumi.
"Ini menyebabkan suhu bumi cepat tinggi dan terasa panas terik," ujarnya. "Kondisi ini signifikan dirasakan di kota Yogya akibat pengaruh urban heat island.
Yang mana, kondisi ini bersamaan dengan terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi. "Kondisi ini signifikan dirasakan di kota Yogyakarta beberapa hari ini dan kondisi seperti ini kebetulan bersamaan dengan naiknya status Merapi," pungkasnya.
(wk/zodi)