Pandemi COVID-19 turut menimbulkan ketidakpastian perekonomian global yang berujung pada fluktuasi harga emas. Dan saat ini harga emas 1 gram dari Antam dilaporkan terus menurun.
- Elvariza Opita
- Kamis, 12 November 2020 - 11:06 WIB
WowKeren - Kembali terjadi penurunan harga emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk., pada Kamis (12/11) hari ini. Tercatat harga emas ukuran 1 gram berkurang Rp 2 ribu sehingga sekarang di level Rp 968 ribu.
Memang setidaknya dalam 3 hari terakhir harga emas terus mengalami penurunan dan kian jauh meninggalkan level Rp 1 juta per gram. Bermula dari Rp 972 ribu pada Selasa (10/11), dilanjut dengan Rp 970 ribu pada Rabu (11/11), dan terakhir kembali turun ke Rp 968 ribu pada hari ini.
Padahal sejak pandemi COVID-19 semakin meluas, harga emas Antam ini terus mengalami kenaikan di atas level Rp 1 juta. Pada akhir Oktober 2020 kemarin sempat "terjegal", namun kembali menguat ke level Rp 1 juta lebih.
Lantas apakah ini pertanda bahwa emas bukan lagi aset investasi yang menjanjikan kala pandemi? Sebab sebelumnya emas yang paling dilirik ketika aset-aset lain terpuruk dihajar wabah virus Corona dan dipuji sebagai safe haven.
Diungkap Spesialis Logam Mulia Gainesville Coins, Everett Millman, perdagangan emas tidak sepenuhnya hilang. Meski saat ini menurun, masih ada potensi untuk kembali menguat saat tidak adanya stimulus yang diturunkan Kongres AS sebelum Joe Biden resmi menjabat sebagai Presiden pada 20 Januari 2021.
"Perdagangan safe haven untuk emas tidak sepenuhnya hilang. Kami mengharapkan pergerakan di kedua sisi dan banyak risiko utama," jelas Millman, dilansir dari CNN, Kamis (12/11).
Penurunan harga emas pun tidak terlalu ditanggapi serius oleh para ahli karena masih di kisaran USD 1.900 per troy ounce (toz), tidak jauh berbeda dari harga tertinggi emas USD 2 ribu pada awal tahun 2020. Analis yakin harga emas tetap akan terkerek naik karena performanya yang mampu mengangkat pamor logam mulia hingga bitcoin.
The Fed mungkin akan tetap mempertahankan suku bunga yang membuat dolar AS makin kehilangan pamor dan investor beralih ke mata uang alternatif. "Semua alasan kekuatan emas selama beberapa bulan terakhir masih ada. Orang-orang melihat emas sebagai mata uang alternatif," tutur CEO Perusahaan Pertambahan Fosterville South Exploration, Bryan Slusarchuk.
Dengan semua penjelasan ini, bisa disimpulkan bahwa emas masih menjadi aset investasi yang menjanjikan di tengah pandemi COVID-19. Sekarang kah waktunya membeli?
(wk/elva)