Mantan Panglima TNI itu tidak hadir dalam penganugerahan Bintang Mahaputera di Istana Kepresidenan. Refly Harun mengungkap ketidakhadirannya karena perasaan ada utang yang belum diselesaikan.
- Elvariza Opita
- Jumat, 13 November 2020 - 10:07 WIB
WowKeren - Jenderal (Purn.) TNI Gatot Nurmantyo diketahui menjadi salah satu sosok yang berhak mendapatkan anugerah Bintang Mahaputera pada Rabu (11/11) kemarin. Namun Gatot rupanya memilih tidak hadir hingga memicu berbagai spekulasi, meski ditegaskan bahwa anugerah tetap diterima oleh sang mantan Panglima TNI.
Perihal ketidakhadiran Gatot pun kemudian diklarifikasi oleh pengamat tata negara Refly Harun. Refly mengungkap alpanya Gatot dalam kesempatan tersebut adalah karena sang Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) merasa punya utang yang tak terselesaikan kepada Presiden Joko Widodo.
"Ada tugas negara yang disampaikan Pak Jokowi. Dia merasa itu belum dia selesaikan," jelas Refly di Kompas TV, Rabu (11/11) malam. Utang tugas negara yang belum diselesaikan itulah yang kemudian membuat Gatot memilih untuk tidak datang.
Kendati demikian, Refly tidak merinci utang apakah yang belum diselesaikan oleh purnawirawan TNI dengan gelar bintang empat itu. Sebab rupanya Gatot sudah mewanti-wanti agar detail tugas negara itu tidak diungkap kepada siapapun.
"Mungkin (alasan tersebut) nanti disampaikan kepada presiden, menteri, atau siapapun oleh Pak Gatot sendiri," ujar Refly, dikutip pada Jumat (13/11). Namun demikian Gatot ternyata memiliki alasan lain yang menguatkan ketidakhadirannya di penganugerahan Bintang Mahaputera tersebut.
Termasuk soal pandemi COVID-19 yang hingga kini masih diperjuangkan agar cepat selesai. Gatot merasa tidak elok hadir ke Istana Negara menerima anugerah dari Presiden Jokowi sementara para prajurit dan mantan anak-anak buahnya masih berjibaku melawan pandemi COVID-19 di berbagai lini.
"Ini bukan hanya soal protokoler Istana," jelas Refly. "Dia melihat saat ini, prajurit-prajurit TNI sedang berpartisipasi dalam perang melawan COVID-19."
Gatot ternyata juga tidak hadir karena merasa penganugerahan Bintang Mahaputera itu tidak lazim dilakukan pada bulan November 2020. Kendati Jokowi berhak memberikan anugerah kapanpun, namun umumnya Bintang Mahaputera diberikan menjelang Hari Kemerdekaan yang jatuh pada 17 Agustus.
"Dia merasa, pemberian itu tidak lazim saja pada bulan November. Karena biasanya kan bulan November itu untuk penganugerahan gelar pahlawan saja," pungkas Refly. "Tapi untuk tanda jasa kehormatan Bintang Mahaputera biasanya menjelang 17 Agustus."
(wk/elva)