Budayawan Cak Nun menyebut jika Rizieq Shihab tidak pantas dipanggil dengan nama Habib. Ia lantas menjelaskan makna kata Habib dan panggilan yang cocok untuk imam besar FPI itu.
- Ruth Meliana
- Senin, 16 November 2020 - 09:45 WIB
WowKeren - Budayawan Emha Ainun Nadjib atau yang kerap disapa dengan nama Cak Nun turut berkomentar mengenai ramainya perbincangan seputar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Ia menyebut jika Rizieq Shihab tidak pantas dipanggil dengan sebutan Habib.
Menurutnya, penyebutan nama Habib pada Rizieq Shihab tidak tepat. Ia mengatakan Rizieq seharusnya dipanggil dengan panggilan Syarief. Apalagi, Rizieq kerap dianggap sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW sehingga penyebutan nama Habib sama sekali tidak tepat.
”Habib Rizieq, dia bukan habib tapi Syarief Rizieq,” jelas Cak Nun dalam ceramah daring seperti dilansir dari Republika, Senin (16/11). “Jadi, yang memimpin aksi 212 dan 411, Rizieq Shihab itu bukan habib, tapi Syarif Rizieq. Lho, pasti kalian semua bingung, kan?”
”Pokoknya, kalau bisa yang kayak begitu kita cari tahu. Saya kalau manggil Rizieq Shihab itu 'Rif, syarif...', gitu,” sambungnya. “Karena dia memang syarif. Kalau habib itu enggak ada hubungannya dengan zuriat atau darah Nabi Muhammad.”
Lebih lanjut Cak Nun menjelaskan jika Habib biasanya diartikan sebagai “mbah”, atau panggilan dari seorang cucu kepada kakeknya. Jika Rizieq Shibab dipanggil dengan nama Habib, maka ia tidak jauh berbeda dengan banyak orang yang dipanggil seperti itu oleh cucunya.
”Habib, itu maksudnya Mbah, panggilan Kakek untuk Jawa,” ujar Cak Nun. “Lalu Habib Kwitang dulu di Jakarta sama cucunya dipanggil Habib-habib, lalu para tetangga juga ikutan manggil habib. Akhirnya sekarang kalau ada orang Arab dipanggil Habib.”
Lebih lanjut Cak Nun turut menjelaskan mengenai pemaknaan nama Habib di negara-negara Timur Tengah yang berbeda dari Indonesia. Biasanya, status Habib di Timur Tengah bisa disematkan kepada orang-orang yang pergi ke Mekah dan Madinah untuk menyampaikan rasa cinta mereka terhadap Nabi. Ia menegaskan jika sebutan habib sama sekali tidak ada hubungannya dengan darah keturunan Nabi Muhammad.
”Kalau habib dari Arab itu orang-orang Yaman dan negara-negara pinggiran yang datang ke Mekah dan Madinah untuk mencari Rasulullah, karena mereka sangat kagum dan mencintai Rasulullah,” terang Cak Nun. “Makanya, mereka disebut 'Habib' karena mereka cinta kepada Rasulullah.”
(wk/lian)