Fenomena Kilatan Cahaya Terlihat di Puncak Merapi, Diduga Bintang Alihan
Nasional

Kepala Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) UGM Dr Agung Harijoko menduga jika kilatan cahaya itu adalah sebuah meteor yang mana fenomena ini tidak berkaitan dengan Merapi

WowKeren - Fenomena alam yang terjadi di sekitar manusia memang selalu sukses memancing rasa penasaran. Apalagi jika fenomena alam tersebut tidak biasa.

Sebuah kilatan cahaya terlihat melintas di sekitaran puncak Gunung Merapi belum lama ini. Fenomena ini tertangkap oleh alat pemantau Merapi. Dosen Sastra Jawa Fakultas Ilmu Budaya UGM, Wisma Nugraha Christianto, menyebut kilatan itu sebagai lintang alihan.

"Saya tidak bisa berandai-andai, mas," kata dia dilansir Detik, Selasa (17/11). "Menurut saya itu sejenis lintang alihan yang kebetulan tampak seolah di atas Merapi karena alat pemantau Merapi yang kebetulan me-record-nya."

Menurutnya, fenomena ini kerap terjadi. Yang mana, fenomena ini emang kebetulan tertangkap oleh kamera pengintai. "Dalam budaya Jawa itu peristiwa yang ndilalah (kebetulan) in accident, visualnya terindera di sekitar Merapi yang udaranya sedang cerah," ujarnya.


Masih dilansir Detik, lintang alihan merupakan istilah yang dipakai oleh masyarakat Jawa yang berarti "bintang yang berpindah posisi". Istilah ini dipakai untuk menamai peristiwa meteor atau benda langit lainnya yang terbakar di atmosfer bumi. Jika dilihat dengan mata telanjang, benda ini akan terlihat bergerak cepat seperti sedang berpindah posisi.

Sementara itu, Kepala Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) UGM Dr Agung Harijoko menduga jika kilatan cahaya itu adalah sebuah meteor. "Kalau dengan melihat video tersebut, tidak ada kaitannya dengan Gunung Merapi. Terlihat seperti meteor," ujarnya.

Menurutnya, hal itu tidak berkaitan dengan erupsi Merapi. "Itu tidak ada hubungannya dengan Merapi. Meteor terkait proses luar angkasa," tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Agus Riyanto. Ia menyebut jika fenomena bintang jatuh memang kerap terjadi. "Bintang jatuh tidak terpola kejadiannya secara periodik. Artinya tidak bisa kita katakan pada bulan A akan banyak bintang jatuh," jelasnya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait