Ekonom Nilai Pemerintah Tak Perlu Gratiskan Vaksin: Yang Penting Terjangkau
Nasional

Ekonom sekaligus Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro mengatakan jika vaksin bisa digratiskan untuk kalangan tertentu seperti para tenaga kesehatan.

WowKeren - Dalam program vaksinasi, pemerintah menyiapkan skenario yakni berbayar dan gratis untuk kalangan tertentu. Ekonom sekaligus Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro menilai pemerintah tidak perlu memberikan vaksin corona secara gratis kepada masyarakat.

Vaksin merupakan kunci utama untuk mendongkrak kepercayaan masyarakat agar mau melakukan konsumsi. Begitu juga dengan para pelaku usaha, dengan adanya vaksin diharapkan mereka bisa mulai melakukan produksi hingga menarik investor asing untuk menanamkan modal mereka ke Indonesia.

Ari mengatakan jika vaksin bisa digratiskan untuk kalangan tertentu seperti para tenaga kesehatan atau pegawai yang ada di daerah-daerah. Vaksin digadang-gadang mampu menjadi pendongkrak pemulihan ekonomi yang terpuruk akibat pandemi COVID-19.

"Vaksin tidak perlu gratis, yang penting terjangkau," kata Ari dalam diskusi virtual yang digelar oleh IDX Channel, Kamis (19/11). "Yang gratis ya boleh ada untuk nakes, pegawai di daerah saja."


Kendati sudah ada vaksin, namun ia meminta agar protokol kesehatan tetap dijalankan secara ketat seperti biasanya. "Yang penting, ekspektasinya 'Wah sekarang sudah ada', meski jangan lupa virusnya tidak hilang jadi masker dan lainnya masih perlu," lanjutnya.

Ari kemudian menjabarkan betapa besar dampak ketersediaan vaksin bagi pemulihan ekonomi negara. Keyakinan masyarakat, dunia usaha, dan investor terhadap vaksin bisa berdampak pada pemulihan ekonomi yang lebih cepat.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan jika pemerintah bersungguh-sungguh dalam pengadaan vaksin. Hal itu terlihat dari upaya pemerintah untuk menggandeng perusahaan farmasi asing untuk menjamin ketersediaan vaksin.

"Saat ini vaksin jadi multisources, mulai dari Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca, dan macam-macam, saya tidak sebut semua," ungkap Susi. "Tapi pada intinya kita 'harus berebut' dengan negara-negara lain."

Ia berharap vaksinasi segera bisa terlaksana. "Kita berharap di akhir Desember atau awal Januari mestinya sudah ada vaksinasi," tandasnya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait