Viral RS Rujukan COVID-19 di Yogyakarta Penuh, Pemda Angkat Bicara
Getty Images/Bay Ismoyo
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Juru Bicara Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk penanganan COVID-19, Berty Murtiningsih tidak menampik jika persediaan tempat tidur sudah semakin menipis

WowKeren - Juru Bicara Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk penanganan COVID-19, Berty Murtiningsih buka suara mengenai kabar viral yang menyebut jika RS rujukan COVID-19 di sana sudah penuh. Sedangkan menurut pemantauan yang dilakukan, tempat tidur di RS untuk penanganan pasien COVID-19 masih tersedia.

Namun demikian, ia tidak menampik jika persediaan tempat tidur sudah semakin menipis. "Memang ketersediaannya semakin menipis, jadi kemungkinan yang terjadi adalah dari sisi koordinasi untuk sistem rujukan yang memerlukan waktu," ujar Berty, Selasa (24/11).

Dilansir dari CNN Indonesia, data Laporan penggunaan tempat tidur RS Rujukan COVID-19 di DIY, per 23 November 2020 menyebutkan bawah tempat tidur pasien kritis masih tersedia 15 bed. Jumlah keseluruhan bed yang disediakan adalah 48 unit. Sedangkan untuk bed non kritis ada total 404 unit dan masih ada sisa 86 yang tersedia.


Sebelumnya, beredar tangkapan layar yang berisi Surat Keterangan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman yang menerangkan mulai 20-30 November 2020, Fasilitas Kesehatan (Faskes) Darurat COVID-19 Tingkat Pertama di Sleman, yakni asrama Haji dan Rusunawa Gemawang telah penuh. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo pun membenarkan hal ini.

"Surat keterangan yang beredar itu tidak tahu sumbernya dari mana," kata Joko. "Tapi yang jelas kami membenarkan bahwa itu memang resmi yang mengeluarkan Dinkes.

Namun ia menuturkan jika surat keterangan tersebut lebih ditujukan kepada pihak RS. Sehingga pihak RS masih bisa tetap menerima pasien baik yang bergejala maupun tanpa gejala.

"Kalau tidak ada pernyataan penuh dari Dinkes itu, maka nanti RS tidak mau menerima pasien COVID-19 tersebut," jelas Joko. "Karena khawatir tidak bisa diklaimkan biayanya ke Kemenkes yang verifikatornya dari BPJS."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts