Ada Fenomena 'Kiamat' Gletser di Antartika, Apa Dampaknya ke Indonesia?
Nasional

Pencairan es di Antartika disebabkan karena suhu bumi yang kian menghangat dari tahun ke tahun. Fenomena ini tak lepas oleh adanya pemanasan global yang terus terjadi

WowKeren - Peneliti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) turut menanggapi temuan ilmuwan soal Gletser Doomsday atau fenomena 'kiamat Gletser' di Antartika. Peneliti BMKG Donaldi Permana mengatakan jika terjadi pencairan gletser maka akan menaikkan tinggi permukaan laut.

Indonesia pun juga akan terkena dampak kenaikan air ini. Kendati demikian, ia belum bisa memastikan dampak langsung angka kenaikan laut Indonesia dari kiamat Gletser Antartika itu.

"Semua gletser ketika dia mencair pasti akan meningkatkan tinggi muka laut," kata dia dilansir CNN Indonesia, Rabu (25/11). "Pencairan ini diidentifikasi karena pemanasan global untuk bisa mencairkan es harus menaikkan suhu."

Pencairan es di Antartika disebabkan karena suhu bumi yang kian menghangat dari tahun ke tahun. Fenomena ini tak lepas oleh adanya pemanasan global. "Itu sudah terlihat di hampir semua es di dunia ini termasuk di Indonesia," tambahnya.


Terkait kenaikan permukaan air secara global, ia menyebut yang terjadi di bumi sepertiganya berasal dari es-es yang ada di kutub selatan maupun utara. Kemudian sepertiganya lagi di dari es-es di tropis seperti di Papua, Amerika Selatan, dan Afrika.

Kenaikan yang terjadi di setiap wilayah belahan bumi juga tidak sama. Ada yang lebih tinggi dan lebih rendah. Hal ini pun juga disebabkan karena berbagai faktor. Yang pertama adalah faktor suhu. Di wilayah tropis, kenaikan akan lebih terlihat karena suhu air laut.

"Suhu, artinya yang di laut suhunya lebih hangat, maka volumenya makin mengembangkan," ujarnya melanjutkan. "Itu yang terjadi di wilayah tropis maka kecenderungan laut (kenaikan air laut) kita ini lebih tinggi dibanding laut lain yang suhunya lebih rendah."

Selain suhu, ada faktor angin dan arus laut. Meskipun arus air laut yang ada di bawah lautan tidak terlihat namun fenomena itu bisa menyebabkan tinggi muka lautnya berbeda di setiap wilayah.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts