Densus 88 umumkan berhasil menangkap Taufik Bulaga pada Rabu (25/11). Teroris itu merupakan murid kesayangan dari 'otak' bom Bali dan JW Marriott yang bertanggung jawab dalam sejumlah aksi ini.
- Ruth Meliana
- Kamis, 26 November 2020 - 17:00 WIB
WowKeren - Datasemen Khusus (Densus) 88 berhasil menangkap buronan teroris Taufik Bulaga alias Upik Lawanga di kawasan Lampung, Rabu (25/11). Penangkapan ini berlangsung pada 23-25 November 2020.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono menjelaskan Taufik ditangkap sejak Senin (23/11) lalu. Ia dibekuk dalam operasi Densus 88 di Desa Sari Bawono, Kecamatan Way Seputih, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung.
Setelah ditangkap, Taufik langsung dibawa ke Jakarta. Densus 88 juga turut menangkap sejumlah teroris yang masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam operasi ini.
"Saya bisa memastikan iya, jadi tanggal 23 dan 25 memang Densus 88 Antiteror telah melakukan penindakan terhadap tersangka TB alias Upik lawanga," kata Awi seperti dilansir dari Kumparan di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Kamis (26/11). "(Penangkapan) juga dilakukan pada beberapa kelompok DPO."
Meski demikian, Awi menjelaskan pihaknya masih belum dapat membeberkan secara detail mengenai penangkapan tersebut. Ia hanya mengatakan jika Densus 88 masih terus melakukan operasi penangkapan teroris.
"Namun demikian saya belum bisa sampaikan kepada rekan-rekan karena memang kami belum mendapatkan data lengkapnya," jelas Awi. "Nanti kalau sudah ada data lengkapnya dari Densus 88 Antiteror tentunya akan kami sampaikan di konferensi pers."
Sebagai informasi, Taufik Bulaga merupakan seorang pimpinan jaringan teroris sekaligus ahli perakit bom. Selama ini, ia telah masuk dalam jajaran buron kasus terorisme nomor wahid alias paling diburu di Indonesia.
Bagaimana tidak, Taufik merupakan murid kesayangan dari Dr Azhari, teroris asal Malaysia yang menjadi otak di balik Bom Bali 2002, Bom JW Marriott 2003, dan Bom Bali 2005. Dr Azahari sendiri telah ditembak mati di Batu, Malang, Jawa Timur pada tahun 2005 silam.
Tak hanya itu, Taufik merupakan perakit bom bunuh diri di hotel JW Marriott dan Ritz-Calton, Kuningan, Jakarta Selatan yang meledak pada 2009 silam. Ia juga diduga kuat berada di balik bom bunuh diri Ahmad Yosepa Hayat di Gereja GBIS Kepunton, Solo, Jawa Tengah pada 25 September 2011 lalu.
(wk/lian)