Ahli Beri Saran Ini Soal Kondisi Anies Baswedan Yang OTG COVID-19
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Ahli epidemiologi turut menyoroti kondisi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang terinfeksi virus corona tanpa gejala (OTG), beri saran penting ini kepada pemerintah.

WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengumumkan dirinya positif terinfeksi virus corona pada Senin (30/11). Anies juga masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG) COVID-19.

Kondisi Anies yang merupakan OTG itu lantas mendapatkan perhatian dari ahli epidemiologi. Ahli pandemi dan epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menilai kondisi Anies menjadi bukti penerapan pembatasan aktivitas dan mobilitas yang lebih progresif harus dilakukan.

Menurutnya, kondisi OTG atau asimtomatik pada pasien virus corona sangat berbahaya. Pasalnya, mereka dapat menularkan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ke orang rentan atau memiliki penyakit penyerta.

”Jadi itu sebabnya jaga jarak jadi penting karena cakupan testing kita rendah, banyak orang tidak melakukan tes,” kata Dicky seperti dilansir dari CNNIndonesia, Selasa (1/12). “Sehingga ini yang harus jadi catatan adalah setiap orang harus merasa dia sebetulnya membawa virus dalam situasi seperti ini di Indonesia.”


Oleh sebab itu, Dicky mengingatkan masyarakat dan pemerintah agar terus waspada terhadap penularan virus corona. Keduanya juga diminta untuk menerapkan pola pikir bahwa sebagian besar orang itu membawa virus yang mampu menulari orang lain meski tak memiliki gejala.

Lebih lanjut Dicky mengimbau agar setiap orang harus merasa bahwa dirinya membawa virus yang bisa menulari orang lain demi mengatasi penularan oleh OTG. Hal ini bisa dilakukan dengan membatasi aktivitas dan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 dengan ketat.

”Sehingga ia bisa menjaga dirinya,” imbau Dicky. “Membatasi dirinya, interaksi dan mobilitas dia sehingga tidak menularkan virus ini sampai terbukti ia negatif.

Tak hanya itu, Dicky juga mendesak pemerintah agar terus meningkatkan cakupan testing COVID-19. Cara ini dilakukan agar dapat mendeteksi OTG sejak dini sebelum menularkan virus corona ke banyak orang tanpa sadar.

”Semakin kita meningkatkan cakupan testing,” jelas Dicky. “Mendeteksi orang-orang yang tidak bergejala ini, tentu semakin memperbesar peluang kita untuk meredam kecepatan penularan virus SARS-CoV-2.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts